SuaraJogja.id - Sejumlah wisatawan yang akan menuju destinasi wisata di Tepus Gunungkidul digagalkan oleh petugas dari Polsek Tepus yang tengah melakukan sidak.
Dikutip dari akun @polres.gunungkidul, tampak sejumlah petugas dari Polsek Tepus menghalau para wisatawan yang mencoba masuk ke destinasi wisata di kawasan Tepus lewat jasa calo.
Gelaran sidak tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tepus, AKP Mursidiyanto beserta Panewu Tepus Alsito.
"Tepus 1 AKP MURSIDIYANTO, SH beserta Panewu Tepus ALSITO S.Sos sidak dan gagalkan wisatawan yang kebetulan akan masuk dan menuju ke objek wisata di kawasan Tepus melalui perantara calo," tulis keterangan foto yang diunggah.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Tepus AKP Marsidiyanto menyampaikan bahwa PPKM Level 3 masih dibatasi. Untuk itu dihimbau kepada wisatawan untuk balik kanan dan segera meninggalkan lokasi.
Ia juga menghimbau kepada para calo untuk tidak memanfaatkan situasi seperti sekarang ini dengan cara melobi wisatawan untuk bisa masuk dengan memberi sejumlah imbalan.
"Hal tersebut tidak benar dengan kegiatan para calo yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi dimassa PPKM level 3," terangnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono sebelumnya menyayangkan adanya pengunjung yang bisa masuk ke kawasan wisata, khususnya pantai. Padahal, menurut dia, hingga sekarang belum ada instruksi membuka destinasi wisata sesuai denhan kebijakan PPKM level 3.
"Ternyata masih ada yang menerobos masuk," katanya.
Baca Juga: Sri Sultan Minta Vaksinasi Bantul dan Gunungkidul Tak Pakai Model Makan Siang
Dia pun berharap kepada wisatawan atau pelaku usaha di kawasan wisata bersabar. Pasalnya, hingga sekarang masih mengurus segala persyaratan untuk dapat kembali membuka destinasi.
"Masih dalam proses sehingga butuh dukungan dari seluruh masyarakat agar semua bisa kondusif. Tujuannya, agar seluruh persyaratan terpenuhi sehingga wisata bisa dibuka kembali," katanya.
Berita Terkait
-
Destinasi Wisata di Palembang Kembali Dibuka, Wali Kota: SE Sudah Diteken
-
6 Destinasi Wisata Kulon Progo yang Wajib Kamu Datengin, Dijamin Ngga Pengen Pulang
-
Diam-diam Awasi Destinasi Wisata yang Uji Coba Dibuka, Ini Temuan Kepala Dispar Sleman
-
Soal Wacana DIY Buka Destinasi Wisata, Pemkot Jogja masih Tunggu Kepastian Kemenparekraf
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Awas! Balita Paling Rentan, Dinkes Kota Jogja Catat 110 Kasus Pneumonia Awal 2026
-
Jangan Lewatkan! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Segera Dibagikan ke Pemegang Saham
-
Hujan Deras dan Jalan Licin, Mahasiswa di Sleman Alami Kecelakaan Tunggal hingga Masuk Jurang
-
Segini Biaya Kuliah Teknik UGM 2026, Bisa Tembus Rp30 Juta Lebih! Ini 7 Faktanya