"Ketiga hal di atas menyebabkan produksi telur ayam berlimpah, sedangkan di sisi lain permintaan dari masyarakat masih terbatas. Karena belum banyaknya sekolah, katering, pariwisata, restoran yang beroperasi," tandasnya.
Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Suparmono membenarkan bahwa selama PPKM darurat atau Level 3, serapan dan harga produk pertanian tertekan.
"Ya selain PPKM juga ada siklus tahunan. Misalnya saja cabai, cabai saat itu serapannya sedikit dan bertepatan panen raya. Tapi sekarang rata-rata sudah mulai di atas, tinggi-tinggi lagi ya," kata dia.
Bukan hanya produk yang sudah disebut tadi di atas, Suparmono menyatakan produk ikan Sleman sudah mulai membaik penyerapannya.
"Karena begitu PPPKM level 3 turun, konsumsi kita makin naik. Apapun faktanya di lapangan, banyak orang masuk Sleman," ujarnya.
"Itu yang mendorong serapan pasar produk-produk pertanian. Dan nanti PPKM kita [Sleman] levelnya turun lagi, pariwisata dibuka dan dampaknya untuk produk pertanian sangat besar," lanjut Suparmono.
DP3 Sleman terus mendorong sejumlah produsen komoditas pertanian bisa meningkatkan hasil produksinya. Khususnya beras, daging, ikan dan telur.
Kontributor : Uli Febriarni
Baca Juga: Resmi! Irfan Bachdim Tinggalkan PSS Sleman
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
-
Dana Desa 2026 Terancam Dipangkas, Pengembangan Koperasi Merah Putih di Bantul Terkatung-katung