SuaraJogja.id - Nongkrong, merupakan aktivitas yang paling umum dilakukan oleh anak muda. Jika ada di Yogyakarta, sempatkan nongkrong di 5 cafe di Jogja ini.
Cafe di Jogja mengeluarkan kreativitas dan ide untuk membuat cafe yang berbeda dari cafe lainnya.
Untuk menambah kenyamanan para customer, banyak cafe yang mendirikan tempatnya dengan memperlihatkan view alam yang indah.
Cafe saat ini sudah menjamur di mana-mana bahkan hingga ke pelosok kota. Karena saat ini banyak anak muda yang mengerjakan tugas atau hunting foto di cafe, untuk mendapat view yang bagus.
Cafe di Jogja juga menyajikan pengalaman bersantap yang unik dan berkesan.
Selain itu berkunjung ke beberapa cafe juga berdampak positif karena publisitas yang didapatkan cukup baik, sehingga menarik lebih banyak pengunjung.
Dengan konsep serta tema yang khas, cafe di Jogja berikut ini merupakan yang menarik untuk dikunjungi.
Terletak di JL.Kranggan, Kecamatan Jetis, Yogyakarta, Blanco Coffe and Books memiliki interior yang cukup unik dengan banyak buku sebagai latarnya.
Baca Juga: Perdana Hadiri APEKSi di Yogyakarta, Bobby Nasution Bicara Pemerintahan Efektif
Lokasinya juga cukup tenang, karena berada di pinggr jalan yang tidak begitu ramai lalu lalang kendaraan.
Tersedia juga jaringan wifi yang sangat cepat, sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai lokasi untuk mengerjakan tugas ataupun nongkrong bersama teman, dengan menikmati cappuccino yang pastinya akan membuat setiap pengunjungnya merasa betah di tempat ini.
Cafe di Jogja berikutnya adalah Filosofi Kopi Jogja, tempat ini berada di JL. Pandhawa, Tegalrejo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Daya tarik Filosofi Kopi Jogja pada bangunan joglo bernuansa jawa yang sangat kental.
Disini ada beberapa bagi luar yang cukup menarik, diantaranya kursi meja santai, coffe bar yang menyuguhkan tempat lesehan, kemudian ruang semi terbuka yang terasa sejuk.
Tempat ini sangat cocok bagi para penikmat kopi, karena bernuansa pedesaan yang jauh dari hingar binger perkotaan serta lalu lalang kendaraan.
Tag
Berita Terkait
-
Penjualan Bendera Anjlok, Perajin Rumahan Terjepit Daya Beli Lesu dan Pemodal Besar
-
Tamansiswa Onthel Mardika, Mengulang Jejak Pawai Kemerdekaan Pertama Ki Hadjar Dewantara
-
Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
-
Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu
-
Ospek Bukan Ajang Perpeloncoan, Rektor UNY: Perlakukan Mahasiswa Sebagai Raja-Ratu
-
BRI Cetak Rekor MURI: Hadirkan Kredit Kendaraan Serentak di 131 Lokasi
-
Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba