SuaraJogja.id - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gunungkidul mengakui mereka telah menerima laporan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang ayah tiri kepada anaknya yang masih seorang pelajar hingga hamil.
Laporan pemerkosaan pelajar di Kalurahan Semanu Kapanewon Semanu Gunungkidul tersebut mereka terima dari ibu korban yang juga istri pelaku. Korban adalah pelajar kelas 10 di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Kepala Unit PPA Polres Gunungkidul Ipda Ratri mengatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi termasuk juga saksi korban. Pihaknya bahkan telah melakukan beberapa kali pemeriksaan terhadap AD (38) warga Semanu yang diduga menjadi pelaku.
Dalam pemeriksaan tersebut AD yang merupakan ayah tiri korban telah mengakui telah melakukan pemerkosaan terhadap anaknya yang berusia 16 tahun tersebut hingga berbadan dua. Kini polisi telah menetapkan AD sebagai tersangka.
Baca Juga: Viral, Sopir Travel Kena Pungli Saat Lewati Jalur Tikus Menuju ke Pantai Gunungkidul
"AD atau ayah tiri korban resmi kami jadikan tersangka,"ujar dia, Selasa (19/10/2021).
Ratri menuturkan, tersangka selama ini bekerja di luar DIY di sebuah perusahaan kontraktor penyedia tower atau menara PLN. Sesekali lelaki tersebut pulang ke rumah istrinya yang baru, ibu korban.
Ratri menjelaskan selama pemeriksaan pelaku sangat kooperatif. Ketika dipanggil, pelaku selalu datang memenuhi panggilan. Sehingga pemeriksaan berjalan lancar hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.
"Tersangka tengah menjalani pemeriksaan dan akan segera kami lakukan penahanan,"ungkap dia.
Pihaknya kini tengah melakukan koordinasi dengan Penasehat Hukum dari tersangka untuk penahanan ayah tiri korban tersebut. Penahanan tersebut dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri meskipun selama ini kooperatif.
Baca Juga: Oknum Guru Ngaji Pelaku Pencabulan di Gunungkidul Resmi Jadi Tersangka
Sementara untuk korban, pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Dinas Sosial ataupun Bapas. Koordinasi tersebut dilakukan karena korban harus mendapat bimbingan konseling supaya tidak menimbulkan trauma yang berlebih.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Facial Wash untuk Ibu Hamil dan Ibu Menyusui, Cari yang Bebas Pewangi
-
Ulasan Novel The One and Only Bob, Kisah Berani Bob sang Anjing Kecil
-
Lisa Mariana Kenang Masa Lalu Turun 20 Kilogram Bobotnya Dalam 2 Bulan
-
7 Moisturizer Murah di Indomaret yang Aman buat Bumil dan Busui, Makin Glowing Usai Punya Anak
-
Ulasan Novel The One and Only Ivan, Kisah Emosional Gorilla di Dalam Jeruji
Terpopuler
- Pemutihan Pajak Kendaraan Jatim 2025 Kapan Dibuka? Jangan sampai Ketinggalan, Cek Jadwalnya!
- Emil Audero Menyesal: Lebih Baik Ketimbang Tidak Sama Sekali
- Forum Purnawirawan Prajurit TNI Usul Pergantian Gibran hingga Tuntut Reshuffle Menteri Pro-Jokowi
- 5 Rekomendasi Moisturizer Indomaret, Anti Repot Cari Skincare buat Wajah Glowing
- Kata Anak Hotma Sitompul Soal Desiree Tarigan dan Bams Datang Melayat
Pilihan
-
Emansipasi Tanpa Harus Menyerupai Laki-Laki
-
Laga Sulit di Goodison Park: Ini Link Live Streaming Everton vs Manchester City
-
Pemain Keturunan Jawa Bertemu Patrick Kluivert, Akhirnya Gabung Timnas Indonesia?
-
Jadwal Dan Rute Lengkap Bus Trans Metro Dewata di Bali Mulai Besok 20 April 2025
-
Polemik Tolak Rencana Kremasi Murdaya Poo di Borobudur
Terkini
-
Insiden Laka Laut di DIY Masih Berulang, Aturan Wisatawan Pakai Life Jacket Diwacanakan
-
Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Asing, BRImo Kini Hadir dalam Dua Bahasa
-
Ribuan Personel Polresta Yogyakarta Diterjunkan Amankan Perayaan Paskah Selama 24 Jam
-
Kebijakan Pemerintah Disebut Belum Pro Rakyat, Ekonom Sebut Kelas Menengah Terancam Miskin
-
Soroti Maraknya Kasus Kekerasan Seksual Dokter Spesialis, RSA UGM Perkuat Etika dan Pengawasan