Namun, lanjut Inajanti harus ada perawatan dan pemeliharaan dengan pengeluarannya tinggi. Selain itu agar tidak memberi dampak besar ke masyarakat, dalam ilmu arkeologi ada istilah konstruksi di atas kertas.
"Jadi jalan keluarnya yang bisa dilakukan, dalam ilmu saya yang simpel, konstruksi di atas kertas. Jadi membuat rekonstruksi yang bisa dijelaskan dengan gambar namun tidak direalisasikan. Hanya menunjukkan bangunan benteng zaman dulu," katanya.
Ia mengatakan Pemerintah atau Keraton juga bisa membuat video pendek disertai penjelasan bagaimana benteng itu berdiri. Termasuk menampilkan Yogyakarta zaman dulu.
"Sebaiknya benteng yang ada sekarang dirawat, dijaga dan dilindungi karena memiliki nilai penting baik sejarah dan kebudayaan. Orang itu harus tau dibangunnya benteng itu seperti apa dan juga sejarahnya," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Sidang Hibah Pariwisata: Peran Harda Kiswaya saat Menjabat Sekda Jadi Sorotan
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai