SuaraJogja.id - Jenis manusia pubra. Kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia bukan hanya untuk menjajah atau mencari rempah-rempah. Para peneliti turut datang untuk menggali dan meneliti jenis manusia purba yang ada di Indonesia.
Gustav Heinrich Ralph (G.H.R) von Koenigswald merupakan seorang ahli paleontologi dan geologis, kelahiran Jerman yang punya pengaruh dalam mendalami jenis manusia purba di Indonesia.
Pada usia 33 tahun, Koenigswald bersama Weidenreich menemukan fosil yang diberi nama Pithecanthropus Mojokertensis. Nama ini dikaitkan dengan lokasi penemuan di Mojokerto, Jawa Timur.
Pada periode hampir sama, penelitiannya di Jawa kembali membuahkan hasil dengan penemuan manusia purba di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Manusia purba ini dinamakan Meganthropus Paleojavanicus.
Baca Juga: Ganjar dan Sandiaga Uno ke Sangiran, Bicara Pengembangan Seperti Jurassic Park
Total ada tujuh jenis manusia purba, dari tiga kategori yang sudah ditemukan di Indonesia. Tiga kategori itu adalah Meganthropus, Pithecanthropus dan Homo Sapiens. Bersama Koenigswald, ada beberapa peneliti lain yang datang dari Eropa, kemudian dibantu para peneliti Indonesia.
Lalu, apa saja jenisnya? Berikut ini rangkumannya:
1. Meganthropus Paleojavanicus
Koenigswald menemukan manusia purba ini di Sangiran, Sragen, periode tahun 1936-1941. Meganthropus Paleojavanicus memiliki arti manusia besar tertua yang berasal dari Jawa. Fosil yang ditemukan berupa tiga buah gigi dan sebuah rahang bawah.
Dalam buku Prasejarah Indonesia, manusia purba ini diperkirakan berasal dari zaman Pleistosen Tua. Meganthropus diperkirakan hidup antara 1,8 juta tahn lalu hingga 900 ribu tahun lalu. Hasil rekonstruksi dari rahang dan gigi menunjukkan bahwa makhluk ini pemakan tumbuhan yang tidak dimasak terlebih dahulu.
2. Pithecanthropus Mojokertensis
Koenigswald menemukan atap tengkorak anak-anak yang diperkirakan berusia 3-5 tahun. Fosil ini berasal dari lapangan yang sama dengan Meganthropus, yakni Pleistosen bawah.
Baca Juga: Proses Ditemukannya Kerangka Manusia Purba yang Bikin Heboh Dunia Akademik
Fosil ini diperkirakan berasal dari keluarga Pithecanthropus. Karena ditemukan di Mojokerto, dinamakanlah Pithecanthropus Mojokertensis dan ditemukan pada tahun 1936. Ciri-cirinya terdiri dari penyempitan tulang kening, penyempitan daerah orbit mata dan bagian belakang tengkorak sangat runcing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
Terkini
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi
-
Exit Tol Tamanmartani Tidak Lagi untuk Arus Balik, Pengaturan Dikembalikan Seperti Mudik
-
Putra Prabowo Berkunjung ke Kediaman Megawati, Waketum PAN: Meneduhkan Dinamika Politik