SuaraJogja.id - Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Pasukan Andalan (Pasanda) DI Yogyakarta berharap kepolisian mengusut dan menemukan pelaku lain pengeroyokan yang menewaskan tukang parkir berinisial SP (44) di tempat hiburan malam Boshe, Jalan Magelang KM 5,8, Mlati, Sleman. Pasanda berharap ada kejelasan dari kasus tersebut untuk menangkap pelaku sebenarnya.
Komandan Resimen Pasanda DIY Drajad Sumarsono, saat ditemui di acara tabur bunga di tempat pemakaman almarhum SP, Mlati, Sleman, Sabtu (6/11/2021), menyatakan bahwa pihaknya menyatakan sikap agar polisi segera mengusut pelaku yang seharusnya terlibat, tetapi tidak diperiksa oleh Polres Sleman.
"Jadi polisi harus bisa membuka kejelasan dan kebenaran dari kasus kematian rekan kami. Pelaku yang sebenarnya harus diusut tuntas," terang Drajad ditemui wartawan, Sabtu.
Ia mengatakan bahwa keterbukaan itu penting agar kenyamanan masyarakat dan warga terjaga di tengah kondisi saat ini. Pasalnya sudah banyak tempat hiburan malam yang beroperasi.
"Jangan sampai ada lagi kasus seperti ini, sekarang kondisi tempat wisata dan hiburan malam sudah dibuka. Harapannya tidak terjadi kasus serupa jika ada oknum atau terduga pelaku yang belum diusut tuntas dari kasus sebelumnya," terang dia.
Sementara itu, Koordinator Pasanda Sleman Koko Kurniawan menyatakan bahwa selain mengusut pelaku yang sebenarnya, pihak kepolisian harus bisa menciptakan kondusivitas di wilayah Sleman saat ini.
"Maka kami berharap polisi lalu pemerintah dan legislatif (DPRD) bisa mengkampanyekan Jogja aman, nyaman dan damai. Artinya ini sebagai kesepakatan agar kasus ini tidak terulang lagi. Kami dari Pasanda siap mengawal dan turun untuk bersama-sama mengamankan kondusifitas Jogja," kata dia.
Lebih lanjut, Koko mengutuk keras adanya kasus pengeroyokan berujung maut yang dialami oleh almarhum SP. Ia berharap warga Jogja tidak melakukan tindak kekerasan, anarkis dan premanisme.
Dalam kegiatan yang berlangsung di TPU tempat almarhum SP dikebumikan, Pasanda bersama pihak keluarga almarhum menggelar acara penghormatan dengan tabur bunga. Selain itu, pihak keluarga diberikan santunan sebesar Rp5 juta.
Baca Juga: Anak Punk yang Keroyok Riki di Taman Gajah Bandar Lampung Ditangkap di Serang
Terpisah, adik kandung almarhum, Agus Prasetya, berterima kasih dengan dukungan yang diberikan Pasanda DIY. Ia pun berharap polisi bisa memberi kejelasan perkembangan kasus kematian kakaknya.
"Keinginan kami satu, polisi segera menyelesaikan kasus ini. Satu bulan lebih belum ada perkembangan. Kami ingin semua pelaku ditangkap, tidak hanya 3 orang itu saja," ujar dia.
Sebelumnya, kuasa hukum keluarga SP, Wahyudi Saptaputra mengaku sudah menyimpan sejumlah alat bukti terkait kasus pengeroyokan SP. Dari foto dan video yang dihimpun pihaknya ada satu orang yang diduga ikut terlibat.
"Ada satu orang yang diduga menjadi penggerak hingga terjadi pengeroyokan itu. Terlihat dalam video orang ini menendang ke ulu hati korban. Nah dari situ patut diduga pelaku tidak hanya 3 orang," kata Wahyudi.
Hingga kini, kuasa hukum almarhum SP masih menunggu perkembangan kasus tersebut. Penyampaian alat bukti juga masih menunggu dari unit 1 Satreskrim Polres Sleman untuk diterima.
Berita Terkait
-
Anak Punk yang Keroyok Riki di Taman Gajah Bandar Lampung Ditangkap di Serang
-
Lakukan Ini jika Diminta Uang oleh Tukang Parkir Tak Berseragam
-
Rela Potong Rambut Sebelum Ditahan, Pelaku Pengeroyokan Mahasiswa Takut karena Viral
-
Kasus Pengeroyokan Mahasiswa, Kampus Menilai Hanya Masalah Ego
-
Viral Kereta Api Lewat di Tengah Pemukiman Warga, Aksi Tukang Parkir Jadi Sorotan
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Tak Kenal Pelapor, Muhammadiyah Minta Pandji Lebih Cermat dan Cek-Ricek Materi Stand Up
-
Trump Makin Dar-Der-Dor, Pakar Sebut Tatanan Dunia Terguncang, Picu Aksi Teroris
-
Kekecewaan Keluarga Diplomat Arya Daru usai Polisi Setop Penyelidikan, Ada Sederet Kejanggalan
-
Raih 333 Medali di SEA Games 2025, Atlet Indonesia Diperkuat Literasi Keuangan
-
Waspada Penipuan Menggunakan Suara Soimah, Korban Dijanjikan Hadiah Rp100 Juta