SR mengaku ia menanamkan uang untuk saham emas tersebut tanpa batas waktu yang ditentukan. Ia mengaku sudah berusaha menagih uangnya ke kantor tersebut namun oleh perusahaan tersebut dijanjikan hingga bisa dicairkan ketika harga emasnya naik.
Perusahaan tempatnya investasi tersebut berjanji akan mencairkannya akhir bulan nanti. Dan ia juga percaya jika uangnya tersebut bisa kembali karena dirinya sudah bertemu dengan pimpinan perusahaan tersebut secara langsung."Pasti cair nanti. Wong itu legal, kantornya ada,"ujar dia.
Ia mengaku tidak mengetahui mengapa bersedia memindahkan uangnya di tabungan BUKP dan Bank Mandiri titipan pedagang lain untuk berinvestasi saham emas tersebut. Semua itu ia lakukan karena keponakannya ada yang bekerja di kantor tersebut.
SR mengungkapkan ia tertarik menginvestasikan uang tabungan pedagang ke saham emas tersebut karena waktu menginvestasikan uangnya sebesar Rp 350 juta, ia langsung mendapat bonus sebuah motor Yamaha N Max. Namun hanya motor saja karena BPKBnya belum diberikan.
"Saya dapat motor N Max langsung,"terangnya.
SR mengaku baru kali ini belum bisa mencairkan uang tabungan yang ia kumpulkan atau sejak ia tanamkan ke saham emas. Sebelumnya ia masukkan ke deposito di BUKP ataupun Bank Mandiri sehinggga bisa dicairkan setiap waktu.
SR mengatakan sudah 8 tahun ini mengumpulkan uang tabungan dari para pedagang dengan nilai minimal Rp 10.000 setiap hari. Namun kebanyakan pedagang menabung Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu setiap hari. Tetapi ada juga yang menabung hingga Rp 500 ribu perhari.
"Kalau jumlahnya ada 225 pedagang yang menitip uangnya ke saya,"ungkap dia.
Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi mengaku tidak mengetahui adanya uang tabungan pedagang pasar Playen yang tidak bisa diambil dan nilainya cukup besar. Sebab belum ada laporan yang masuk ke kantornya.
Baca Juga: Gudang Robot di Playen Terbakar Habis
"Belum ada laporan ke kantor,"ujar dia.
Kepala Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengungkapkan jika perusahaan yang berkantor di Casagrande tersebut adalah broker komoditas bukan saham. Kemungkinan salah satu komoditas yang diperdagangkan mereka saat ini adalah emas.
"Tapi, setau sy istilah nabung emas itu adanya di pegadaian. Jika kami diawasi oleh OJK. Sedangkan perusahaan itu harusnya diawasi oleh Bappebti,"terang dia.
Kontributor : Julianto
Tag
Berita Terkait
-
Lengah Berikan Kode Rahasia Aplikasi Perbankan, Tabungan Sebesar Rp500 Juta Lebih Ludes
-
Tak Punya Tabungan? Ikuti 5 Tips Ini untuk Mengelola Keuangan dengan Bijak
-
Per Hari rata-rata 50 Orang Buka Tabungan Emas di Kantor BRI
-
Kemensos Bantu Anak Disabilitas dan Yatim Piatu Akibat Covid-19 dengan Tabungan Atensi
-
Tersinggung Diminta Satpam Pakai Masker, Miliarder Ini Tarik Tabungan Rp11 Miliar Tunai
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Diserbu Hampir 1 Juta Pasien RI, Malaysia Kantongi RM2.2 Miliar dari Wisata Kesehatan
-
Menguliti Paradoks Ekonomi Jogja: Kemiskinan Menurun, Ketimpangan Masih Membesar
-
BRI Group Raih Penghargaan Atas Kepemimpinan, ESG, Hingga Inklusi Keuangan
-
BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Ekosistem Emas Kelola 153 Ton
-
Qlola New Skin Resmi Diperkenalkan, BRI Tingkatkan Pengalaman Digital Nasabah Bisnis