SuaraJogja.id - Jumlah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kabupaten Bantul dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Berdasarkan data Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) pada 2017 tercatat 163 kasus, pada 2018 naik menjadi 210 kasus, pada 2019 bertambah menjadi 229 kasus, pada 2020 ada 224 kasus, lalu per Oktober 2021 kasus KDRT mencapai 131 kasus.
Berkaca dari data tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengukuhkan kader pencegahan KDRT di tingkat kapanewon dan kalurahan. Pengukuhan ini sesuai dengan Keputusan Bupati No.26 tahun 2021 mengenai pembentukan kader pencegahan KDRT.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih melihat upaya pencegahan KDRT terutama terhadap perempuan dan anak-anak semakin terkonsolidasi dengan baik.
"Untuk itu konsolidasi sampai di tahap pembentukan kader di tingkat kapanewon dan kalurahan," papar Halim saat pengukuhan kader pencegahan KDRT di Pendopo Manggala Parasamya 2, Kamis (11/11/2021).
Kata dia, pengukuhan perlu dilakukan lantaran Pemkab Bantul telah menetapkan misi kelima penanggulangan masalah kesejahteraan sosial dan kabupaten layak anak (KLA), ramah perempuan dan penyandang disabilitas. Keseriusan itu juga bisa dilihat dengan akan didirikannya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 2022 mendatang.
"Ini penting dan strategis mengingat kami sudah punya target tersebut," terangnya.
Terbentuknya kader pencegahan KDRT untuk bisa mengurangi tindakan KDRT. Selain itu, juga perluasan jaringan kader pencegahan KDRT.
"Perluasan jaringan kader pencegahan KDRT supaya sumber daya manusia pencegahannya semakin besar dan kuat. Selanjutnya, perlu meningkatkan kompetisi dalam mengedukasi masyarakat karena tindak kekerasan itu faktornya sangat kompleks," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Ia berharap nantinya kader yang telah dikukuhkan akan dapat memberikan dampak yang positif dan produktif bagi pencegahan tindak KDRT di Bumi Projotamansari.
Baca Juga: Bupati Bantul Soal Tawuran Geng Pelajar: Perlu Pembinaan Nalar
"Semoga kader ini bisa berkontribusi untuk memberi dampak yang positif dan produktif untuk mencegah terjadinya KDRT," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Bupati Bantul Soal Tawuran Geng Pelajar: Perlu Pembinaan Nalar
-
Waspadai 4 Penyebab Perceraian yang Sering Terjadi
-
Wisuda Abdi Dalem, Ini Gelar yang Diberikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Bantul
-
Bejat, Bocah di Depok Babak Belur Dianiaya Bapak Kandung
-
Diculik, Gadis 16 Tahun Ditemukan Kembali Berkat Bahasa Isyarat yang Viral di TikTok
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor