SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta meminta masyarakat tetap waspada dengan intensitas hujan yang tinggi. Potensi bencana longsor bisa terjadi sewaktu-waktu terutama di bantaran sungai.
Kepala BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat tak menampik, memasuki musim penghujan, ada potensi kebencanaan.
"Maka dari itu, pasukan siaga bencana kami siapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana di musim ini," ujar Nur dihubungi wartawan, Kamis (11/11/2021).
Ia mengatakan, bencana talut longsor yang terjadi di Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman merupakan satu dari sekian bencana yang terjadi akibat hujan lebat. Pihaknya juga mengatakan bahwa talut longsor berpotensi terjadi hampir di sepanjang bantaran sungai.
"Kalau rawan itu, semua bantaran sungai yang ada di kota berpotensi longsor. Banyak faktornya hingga terjadi kelongsoran itu," jelas dia.
Selain yang terjadi di Kelurahan Terban, wilayah lain seperti di Kampung Jlagran, Kemantren Gedongtengen juga rawan longsor.
"Iya semua punya potensi termasuk talut yang berada di wilayah Jlagran itu. Sehingga perlu ada antisipasi dan asesmen jika terjadi bencana," katanya.
Nur Hidayat mengatakan, banyak faktor yang berdampak kerusakan talut hingga longsor. Bisa jadi karena usia talut dan terjadinya bencana alam ekstrem.
Meski demikian dibentuknya Kampung Tangguh Bencana (KTB) salah satu upaya antisipasi, seperti melaporkan dan mendata titik lokasi yang rawan terjadinya bencana.
Baca Juga: Talut di Jogja Longsor hingga Timpa Warga, Aminah Tak Pernah Tenang Saat Musim Penghujan
"Yang terjadi di Terban itu, langsung kami tangani dengan cepat. Jadi hampir semua kampung kita bentuk KTB. Termasuk pelatihan penanggulangan bencananya," ujar Nur.
Dinding rumah korban bernama Sukmanto (58) ikut roboh akibat longsornya talut di Kelurahan Terban RT 2/RW 1. BPBD telah menutup bekas longsoran dengan terpal untuk menahan air hujan masuk ke tanah.
Perbaikan serta peningkatan kekuatan talut akan dikoordinasikan lagi bersama Pemkot Yogyakarta.
"Ya nanti (untuk perbaikan talut), dikaji dan dikoordinasikan dengan instansi terkait," ujar dia.
Berita Terkait
-
Talut di Jogja Longsor hingga Timpa Warga, Aminah Tak Pernah Tenang Saat Musim Penghujan
-
Talut di Terban Longsor Akibat Hujan Seharian, Satu Warga Tertimpa Bongkahan Batu
-
Curah Hujan Meningkat, Pohon Tumbang di Sleman Timpa 4 Orang
-
Normalisasi Sungai dan Bangun Jembatan, Cara Kota Tangerang Atasi Genangan
-
Waspada! Hari Ini Jawa Tengah Diprediksi Terjadi Hujan Lebat Disertai Petir
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal