Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 26 November 2021 | 09:50 WIB
Ilustrasi lafaz Allah (sangpencerah.id)

Sifat mustahil bagi Allah selanjutnya yaitu hudus yang artinya yaitu baru. Tidak mungkin Allah itu baru ada, karena Allah sudah ada sebelum umat manusia diciptakan.
Pernyataan ini ditegaskan dalam QS. Al-Hadid: 3 yang memiliki arti: "Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu". (QS. Al-Hadid: 3)

3. Fana (Tidak Kekal)

Ilustrasi masjid (pexels-konevi)

Fana memiliki arti tidak kekal atau dapat rusak. Hal ini sangat bertolak belakang dengan Allah, karena Allah itu kekal dan abadi.

Firman Allah tentang sifat kekalnya tertuang dalam Surah Ar-Rahman ayat 27 yang memiliki arti:

Baca Juga: Wawancara Amar Alfikar Transpria Muslim: Sekarang Saya Sudah Merdeka (Part 1)

"Tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal." (QS. Ar-Rahman: 27)

4. Mumassalatu lil Hawadis (Sama dengan Makhluk)

Mustahil Allah serupa dengan makhluk ciptaannya. Baik zat, sifat, bentuk ataupun perbuatannya. Allah telah menegaskan hal ini pada surah Al Ikhlas ayat 4 yang artinya:

"Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia". (QS. Al-Ikhlas: 4)

5. Muhtajun Ligairihi (Membutuhkan Orang Lain)

Baca Juga: 20 Sifat Wajib Allah yang Harus Diketahui dari 4 Klasifikasi, Salah Satunya Wahdaniyah

Allah yang menciptakan alam semesta dan seisinya, jadi mustahil bagi Allah jika membutuhkan orang lain atau berdiri dengan yang lain. Allah tidak membutuhkan bantuan makhluknya untuk menciptakan semua itu.

Load More