Scroll untuk membaca artikel
Eleonora PEW | Rahmat jiwandono
Kamis, 02 Desember 2021 | 17:15 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

"Aset yang ada di sana nilainya puluhan miliar. Aset tidak harus bangunan gedung tapi jalanan cor blok yang diberikan untuk wisatawan bisa sampai ke pinggir pantai. Tapi ketika itu rusak kan harus ada perbaikan," katanya.

Anggaran untuk jasa pelayanan bisa membengkak ditambah penerapan protokol kesehatan di objek wisata. Sebelum terjadi pandemi wisatawan hanya perlu bayar retribusi dengan sobek karcis.

"Sekarang harus cek suhu tubuh bahkan diminta ada aplikasi PeduliLindungi," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi B DPRD Bantul Wildan Nafis menuturkan, terakhir kali ada kenaikan harga retribusi wisata pantai yakni pada 2017. Rencananya tahun depan harga retribusi wisata pantai dibanderol Rp15.000 per orang.

Baca Juga: Pantai Pasir Putih Situbondo, Memiliki Pesona Keindahan Bawah Laut yang Mengagumkan

"Ini akan kami naikkan menjadi Rp15.000 per orangnya," katanya.

Rencana ini bukan tanpa dasar karena Gunungkidul sudah menaikkan tarif retribusi wisata pantai.

"Dengan harga retribusi yang sekarang termasuk murah kan itu kalau dibanding Gunungkidul. Di sana sudah lama naiknya," ujarnya.

Load More