SuaraJogja.id - Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Puskesmas Gedongtengen menggelar vaksinasi pada malam hari untuk menjaring warga rentan sosial yang beraktivitas di kota tersebut tetapi tidak memiliki KTP Kota Yogyakarta, agar mendapat vaksinasi COVID-19.
“Kami menggelar vaksinasi di dua lokasi. Semuanya kami lakukan pada malam hari menyesuaikan ritme atau aktivitas warga yang akan menjadi sasaran vaksinasi,” kata Kepala Puskesmas Gedongtengen Tri Kusumo Bawono seperti dikutip dari Antara, Minggu (5/12/2021).
Menurut dia, upaya jemput bola tersebut membuahkan hasil yang cukup baik karena antusiasme warga yang meningkat yaitu dari 50 target sasaran meningkat menjadi sekitar 70 orang di Ngebong. Sedangkan di kawasan Pasar Kembang terdapat sekitar 100 orang yang mengakses vaksinasi dari 30 warga yang menjadi target sasaran.
Sebelumnya, lanjut Tri, Puskesmas Gedongtengen sudah membuka kesempatan bagi warga dari luar Kota Yogyakarta terutama warga rentan sosial untuk bisa mengakses vaksinasi. Tetapi, tidak banyak yang memanfaatkannya karena jadwal vaksinasi dilakukan pagi hingga siang hari.
Baca Juga: Tak Cuma Gudeg, Ini 5 Makanan Khas Yogyakarta yang Lezat Tak Ada Duanya!
“Makanya, kami melakukan inovasi jemput bola dan pelaksanaannya pada malam hari menyesuaikan aktivitas warga,” katanya yang menyebut kegiatan vaksinasi malam hari mendapat dukungan dari kepolisian dan koramil di wilayah setempat.
Vaksin yang digunakan dalam pelaksanaan program vaksinasi malam hari adalah Sinovac dan kegiatan penyuntikan vaksin dosis kedua akan digelar pada Januari 2022.
“Tujuan utama kami adalah memastikan bahwa di Kecamatan Gedontengen ini sudah terbentuk herd imunity agar warga memiliki kekebalan untuk melawan COVID-19,” katanya.
Selain melaksanakan vaksinasi, Tri mengatakan, kegiatan sosialisasi dan imbauan untuk menjalankan protokol kesehatan 5M juga tetap dilakukan oleh puskesmas.
“Kami pun tetap melakukan 3T jika ada temuan kasus positif di wilayah. Jika ketiga hal tersebut dilakukan bersama, maka kami berharap pandemi ini bisa dilawan bersama,” katanya.
Baca Juga: Kasus COVID-19 Naik, Pemda DI Yogyakarta Berencana Lakukan Penyekatan di Perbatasan Jateng
Selain melakukan vaksinasi malam hari, Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta yang juga menjadi salah satu puskesmas rujukan bagi pasien HIV/AIDS juga telah melakukan vaksinasi COVID-19 untuk sekitar 80 persen pasien yang tercatat di puskesmas tersebut.
“Jika ada pasien HIV/AIDS yang ditolak vaksinasi di tempat lain, bisa datang ke puskesmas kami untuk vaksinasi. Syaratnya harus lolos pemeriksaan kesehatan,” katanya.
Ada 26 pendamping dan penjangkau pasien HIV/AIDS di Kota Yogyakarta, lanjut dia, juga sudah mendapat vaksinasi booster atau vaksinasi dosis ketiga.
Berita Terkait
-
Pentingnya Vaksinasi Influenza Ibu Hamil, Bisa Jadi Garda Terdepan Lindungi Antibodi Bayi?
-
Tragis! Siska Bocah 10 Tahun Derita Kanker Ganas Pasca Vaksinasi di Sekolah, Keluarga Minta Bantuan
-
Rapat Dewan Jamu Indonesia DIY di Dinkes Kota Yogyakarta, Bahas Program dan Kontribusi ke Depan
-
Peran Vaksinasi Dewasa dalam Meningkatkan Kesehatan dan Mengurangi Biaya Medis Jangka Panjang
-
Ngeri, Ternyata Ini yang Terjadi Kalau Dari Lahir Anak Tidak Diimunisasi
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan