SuaraJogja.id - Fungsi oviduk. Oviduk atau saluran tuba merupakan salah satu bagian penting dari sistem reproduksi wanita. Fungsi utama oviduk yaitu sebagai jalur ovum (sel telur) agar bisa melakukan perjalanan dari area ovarium ke rahim.
Ketika terjadi pembuahan, sperma akan berjalan keluar dari rahim ke dalam tabung untuk menemukan dan membuahi sel telur. Telur diambil dari fimbriae dan kemudian dibawa menuju rahim.
Gerakan tersebut diarahkan oleh detak peristaltik dan silia yang merupakan hasil kontraksi dari otot-otot tabung. Telur yang telah dibuahi kemudian akan bergerak menuju rahim.
Oviduk sendiri, merupakan sepasang saluran telur paling anterior, kecil berliku-liku, terasa keras seperti kawat terutama pada pangkalnya dan melekat pada bagian atas rahin. Oviduk (saluran telur) juga disebut sebagai tuba falopi atau tuba uterine.
Setiap oviduk memiliki panjang rata-rata 10-12 cm dan memiliki diameter seukuran jerami. Namun, ukuran ini bisa berbeda-beda pada setiap orang.
Dilansir dari Ruang Guru, oviduk yang lokasinya terdekat dengan ovarium, memiliki bentuk corong yang disebut dengan infundibulum oviductal.
Sementara pintu ke infundibulum, di mana telur yang diovulasi masuk, disebut dengan ostium. Sedangkan, tepi infundibulum yang nampak seperti jari disebut dengan fimbriae.
Gangguan yang paling sering menyerang oviduk yaitu tersumbat. Jika terjadi penyumbatan maka sel telur yang masuk pada rahim akan mengalami hambatan. Kondisi ini juga sering menyebabkan kehamilan di luar kandungan.
Bahkan kondisi ini sangat mengganggu fungsi oviduk. Karena dapat memengaruhi kesuburan pada seorang wanita. Akibat yang paling fatal adalah terjadinya kemandulan.
Baca Juga: Apa Itu Partenogenesis? Ini Cara Kerja Metode Reproduksi Tanpa Perkawinan
Oviduk yang tersumbat bisa diakibatkan karena faktor:
- Endometriosis
- Penyakit radang panggul
- Penyakit menular seksual
- Usus buntu pecah
- Keguguran
- Kehamilan etopik
- Pernah menjalani operasi pada organ di dalam rongga perut atau panggul (termasuk tuba falopi)
- Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau spiral
Oleh karena itu penting bagi seorang wanita, memeriksakan ke dokter agar mengetahui keadaan kandungannya. Untuk memastikan tuba falopi benar tersumbat atau tidak dokter akan melakukan USG.
Jika kondisi ini benar terjadi maka dokter akan melakukan sejumlah pengobatan yang sesuai penyebab tersumbatnya oviduk.
Demikian uraian mengenai fungsi oviduk dan gangguan yang dapat menyerangnya. Mengingat betapa pentinya organ reproduksi ini, maka penting bagi kita semua untuk menjaga kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat