Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Selasa, 14 Desember 2021 | 18:37 WIB
Penyaringan Bakal Calon Rektor Unhas Periode 2022-2026 di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (14/11/2021) [SuaraSulsel.id/DKSR Unhas]

SuaraJogja.id - Senat Akademik Universitas Hasanuddin menggelar Sidang Paripurna dalam Rangka Penyaringan Calon Rektor Unhas Periode 2022-2026.

Acara berlangsung secara luring terbatas di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa 14 Desember 2021.

Acara juga disiarkan secara live melalui kanal YouTube Senat Akademik Unhas.

Rapat Paripurna berisi dua agenda utama, yaitu Pemaparan Visi dan Misi Bakal Calon Rektor dihadapan anggota Senat Akademik dan panelis, dilanjutkan dengan pemungutan suara oleh anggota Senat Akademik untuk memilih tiga orang calon Rektor Unhas Periode 2022 – 2026.

Baca Juga: Soroti Cakupan Vaksinasi Covid-19, Epidemiolog UGM: Masih Belum Merata Sepenuhnya

Ketua Panitia Penyaringan Bakal Calon Rektor Unhas, Prof Nurpudji Astuti Daud menjelaskan panitia telah melakukan serangkaian tahapan. Untuk menyaring Bakal Calon Rektor Unhas Periode 2022-2026.

“Tahapan hari ini merupakan kegiatan puncak, yang akan menghasilkan tiga orang Calon Rektor Unhas Periode 2022-2026 untuk diserahkan kepada Majelis Wali Amanat,” kata Puji.

Kegiatan diawali dengan pemaparan visi dan misi oleh para Bakal Calon. Hadir sebagai panelis yang membedah visi misi Prof Satrio Soemantri Brodjonegoro (Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, AIPI), Prof Deddy T. Tikson (Guru Besar Administrasi Publik FISIP Universitas Hasanuddin), dan Rahman Roestan (Board of Director PT. Bio Farma).

Masing-masing bakal calon menyampaikan visi dan misi, diikuti dengan penajaman oleh para penelis. Selanjutnya proses pemilihan oleh anggota Senat Akademik Unhas.

Tiga nama yang memiliki suara paling terbanyak akan disampaikan kepada Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga: PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Epidemiolog UGM: Implementasinya Harus Kuat

Mereka adalah Prof Budu, Prof Jamaluddin Jompa, dan Prof Farida Patittingi.

Load More