SuaraJogja.id - Sebagai akses utama masyarakat, keberadaan Jalan Kasatrian sepanjang satu kilometer sangat vital di Desa Giripeni. Karena rusak, Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Akhid Nuryati pun mendesak pemerintah setempat melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Umum untuk segera memperbaiki jalan tersebut.
Akhid Nuryati di Kulon Progo, Jumat, mengatakan bahwa Jalan Kasatrian di Desa Giripeni merupakan akses vital dengan volume kendaraan yang lewat sangat tinggi, tapi kondisi jalannya rusak parah dan membutuhkan perbaikan segera.
"Perbaikan Jalan Kasatrian Giripeni ini benar-benar membutuhkan kontruksi kuat, seperti dibeton karena kondisi tanahnya dalam kondisi labil dan potensi kembali rusak setelah dibangun sangat tinggi," kata Akhid disela-sela meninjau infrastruktur di Desa Giripeni.
Ia mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 sudah disahkan, kemungkinan dibangunnya kembali Jalan Kasatrian pada APBD Perubahan 2022 paling cepat atau APBD 2023. Untuk sementara ini, jalan yang bergelombang hanya bisa dicor dan dibuatkan bangket untuk membuang air.
"Kami sudah komunikasi dengan Kepala DPUPKP Kulon Progo untuk segera ditangani masalah jalan ini. Hal ini dikarenakan jalan strategis masyarakat yang akan ke Kota Wates. Kondisi jalan ini termasuk mendesak, kami berharap anggaranya bisa mendahului," katanya.
Politisi PDI Perjuangan juga mengapresiasi hasil pekerjaan pihak rekanan yang telah membangun rehabilitasi drainase Bulak Giripeni dan pemeliharaan berkala Jalan Garualan - Simpang Jurangjero meski dikerjakan dengan APBD Perubahan 2022, kualitas bangunan tidak mengecewakan dan tepat waktu.
"Dilihat dari kacamata orang awan, dan dari hasil peninjauan langsung di lapangan bangunan bagus dan fisiknya juga bagus, serta selesai tetap waktu. Pengerjaanya juga tidak serampangan dengan tetap mempertahankan kualitas," katanya.
Sementara itu, Kepala DPUPKP Kulon Progo Gusdi Hartono mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera melakukan perawatan Jalan Kasatrian dengan menutup jalan yang bergelombang dan membuat drainase.
"Semoga minggu-minggu ini bisa langsung dilakukan perawatan," katanya.
Baca Juga: Proyek Sumur Resapan di Bidara Cina Mangkrak, Ketua DPRD DKI Minta BPK Audit Anggarannya
Kepala Desa Giripeni Iswanto Adi mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kulon Progo dan Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati yang aspirasinya dialokasikan di Desa Giripeni dari pembangunan drainase hingga jalan kabupaten.
Namun demikian, ia berharap Pemkab Kulon Progo membangunkan Jalan Kasatrian karena merupakan jalan alternatif ke Kota Wates bagi warga di sisi timur.
"Dulu belum ramai, sekarang jalanya sudah sangat ramai dilalui masyarakat ke Kota Wates. Jalan ini sekaligus jalan utama di Giripeni bagi masyarakat sebelah timur," katanya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Proyek Sumur Resapan di Bidara Cina Mangkrak, Ketua DPRD DKI Minta BPK Audit Anggarannya
-
Ketua DPRD DKI: Sumur Resapan Tak Ada Gunanya, Yang Benar Normalisasi Sungai
-
Lubang Besar di Babulu Darat, Warganet Minta Tolong ke Isran Noor dan AGM, Digubris?
-
Pokir di PPU Dihapus, Walaupun Terlambat APBD 2022 Segera Disahkan
-
Disebut Penyebab Rusaknya Jalan Raya, Truk AMDK Harus Ditertibkan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha