SuaraJogja.id - Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro menyebut ada penurunan kasus kecelakaan di Kota Jogja selama 2021. Pihaknya mencatat terdapat 91 penurunan jumlah kecelakaan dibanding 2020 lalu.
"Jumlah kecelakaan di Jogja ada penurunan signifikan. Banyak faktor yang mempengaruhi juga selama ada Covid-19," terang Purwadi saat Jumpa Pers Akhir Tahun 2021 di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (21/12/2021).
Ia melanjutkan bahwa terhitung sejak 2021, terjadi kecelakaan sebanyak 408 kali. Sementara pada 2020, Satlantas Polresta Yogyakarta menghitung terjadi 499 kecelakaan.
Dari total kecelakaan di tahun 2021, sebanyak 29 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan. Luka berat terdapat 3 orang dan sebanyak 600 orang mengalami luka ringan.
"Dibanding tahun 2020, angkanya memang tinggi tapi tidak banyak, korban meninggal dalam insiden kecelakaan terhitung 30 orang. Kalau luka berat nihil, sementara luka ringan ada 767 orang," terang dia.
Pihaknya juga mencatat total kerugian materi dari insiden yang terjadi. Pada 2020 kerugian mencapai Rp304.950.000, sementara di tahun 2021 terhitung kerugian mencapai Rp197.600.000.
"Menjelang akhir tahun 2021 kami mencatat ada penurunan jumlah kerugian materinya sekitar Rp107.350.000," kata dia.
Disamping angka kecelakaan, berdasarkan data Satlantas Polresta Yogyakarta, pelanggaran lalu lintas di Kota Pelajar juga mengalami penurunan. Satlantas melakukan dua tindakan yakni, penilangan dan peneguran.
Penilangan pada 2020 mencapai 18.305 orang sementara pada 2021, Satlantas melakukan penilangan sekitar 2.960 orang.
Baca Juga: Polresta Yogyakarta Ambil Alih Kasus Perusakan Bus Arema, Proses Hukum Jalan Terus
"Ada penurunan sekitar 15,445 persen dari tindakan penilangan. Hal itu juga berkaitan dengan mobilitas masyarakat yang sempat rendah beberapa bulan lalu," katanya.
Jumlah pelanggar yang ditegur pada 2020 tercatat 46.363 orang. Pada 2021 terdapat 8.340 orang. Penurunan mencapai 38 persen
Purwadi mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan dalam berkendara. Terlebih lagi penilangan dan peneguran juga sebagai pengingat agar masyarakat tetap patuh dalam berlalu lintas yang untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Berita Terkait
-
Antisipasi Macet di Malam Tahun Baru, Polresta Jogja Minta Driver Ojol Jangan Lakukan Ini
-
Pemkot Yogyakarta Bakal Tindak Tegas Pedagang Nakal yang Kedapatan Nuthuk Harga
-
5 Pilihan Makanan Khas Jogja yang Paling Terkenal, Gudeg hingga Mie Lethek
-
DPD Bapera Kota Yogyakarta Resmi Dilantik, Ini Pesan Ketua Umumnya
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi