Peristiwa yang dimaksud bisa berupa kejadian alam, perubahan sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya.
Peristiwa tersebut bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, namun harus ada seseorang atau banyak orang yang mengalami dan merasakannya.
Jadi tujuan dibuatnya teks eksplanasi adalah untuk menjelaskan sebuat proses “apa dan bagaimana” dari sebuah peristiwa, baik yang terjadi secara alamiah atau ada campur tangan manusia, agar lebih mudah dimengerti dan dipahami oleh orang lain.
Teks eksplanasi banyak dipakai dalam uraian mengenai ilmu pengetahuan, makalah atau kajian ilmiah di dunia pendidikan.
Baca Juga: Contoh Teks Eksplanasi untuk Mengetahui Bagaimana Peristiwa Terjadi dalam Sebuah Bacaan
Sebenarnya mudah sekali membedakan antara teks eksplanasi dengan teks deskripsi atau teks opini. Sebab teks eksplanasi memiliki sejumlah ciri, sebagai berikut:
- Strukturnya yang terdiri dari pernyataan umum , urutan sebab akibat dan interpretasi.
- Informasi yang di jelaskan berdasarkan fakta.
- Informasi yang bersifat ilmiah/keilmuan contoh sains.
- Sifatnya informatif dan tidak mempengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas.
- Bersifat squence markers. seperti pertama, kedua ketiga dan selanjutnya. bisa juga pertama, berikutnya, terakhir.
Fungsi Fakta dalam Teks Eksplanasi
Setelah tadi kita telah menjelaskan apa itu fakta dan oengertian teks eskplanasi, kini kita masuk pada penjelasan mengenai apa fungsi fakta dalam teks eksplanasi?
Secara sederhana, fungsi fakta dalam teks eksplanasi adalah untuk menjelaskan menengai sebab akibat pada sebuah fenomena atau peristiwa, baik itu peristiwa alam atau peristiwa sosial.
Baca Juga: Teks Eksplanasi: Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, dan Tujuan
Fakta dibutuhkan sebagai dasar penguat fenomena atau peristiwa tersebut. Dengan adanya fakta, berarti fenomena atau peristiwa tersebut dapat ditangkap secara empiris oleh indera manusia.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah Ada Lowongan PPNPN untuk Seluruh Indonesia?
-
CEK FAKTA: Benarkah Ada Kanal Pengaduan Penipuan Online via WhatsApp?
-
CEK FAKTA: Budi Arie Ancam Bakal Bongkar Rahasia Negara
-
CEK FAKTA: PLN Beri Voucher Token Gratis Rp250 Ribu untuk Daya 450-2.200 VA
-
Cek Fakta: DPR Menghapus RUU Perampasan Aset dan Menggantinya dengan RUU Pemulihan Aset
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan