Scroll untuk membaca artikel
Risna Halidi
Jum'at, 31 Desember 2021 | 12:38 WIB
Gejala demam berdarah pada anak. (Shutterstock)

5. Ketidaknyamanan Fisik
Anak yang terkena DBD biasanya mengalami gejala seperti nyeri otot dan sendi, nyeri berdenyut-denyut di belakang mata, nyeri punggung, sakit kepala, dan sebagainya.

6. Pendarahan Ringan
Penurunan jumlah trombosit dalam tubuh dapat membuat anak mengalami pendarahan ringan, misal dari gusi atau hidung.

Hal ini karena virus dapat memperlambat laju pembekuan darah. Pada beberapa kasus yang parah dan jarang, pendarahan bisa terjadi di saluran pencernaan.

Fase Demam Berdarah
Ada beberapa gejala yang membedakan antara kasus demam berdarah pada anak dan orang dewasa pada fase kritis. Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Di Tengah Situasi Pandemi, Kewaspadaan Terhadap DBD Tak Boleh Lengah

1. Fase kritis

  • Setelah dua-tujuh hari terserang demam, anak bisa memasuki fase kritis.
  • Fase ini seringkali mengecoh, karena suhu tubuh menurun hingga 37 ÂșC sehingga anak dianggap sudah sembuh.
  • Banyak pula anak yang sudah merasa bisa beraktivitas dan ceria kembali.
  • Padahal, gejala demam berdarah (DBD) pada anak di fase ini justru berpotensi bahaya.
  • Pada fase kritis, anak sangat berisiko mengalami kebocoran pembuluh atau plasma darah.
  • Plasma darah yang bocor bisa menyebabkan kerusakan organ dan pendarahan hebat dalam tubuh.
  • Gejala pendarahan di fase ini bisa ditandai dengan kondisi anak yang mengalami muntah, mimisan, atau nyeri perut yang parah.
  • Segera bawa ke rumah sakit atau ke dokter apabila gejala DBD pada anak ini terjadi.

2. Fase Penyembuhan

  • Setelah anak berhasil melewati fase kritis, ada beberapa gejala yang menunjukkan ia sudah sehat kembali.
  • Gejala DBD pada anak di fase penyembuhan adalah kadar trombositnya sudah mulai kembali naik normal. Demam pada anak juga berangsur-angsur hilang.
  • Kadang si kecil mungkin akan merasakan demam kembali. Namun orangtua tidak perlu terlalu khawatir, hal ini normal pada tahap penyembuhan demam berdarah.
  • Pada fase penyembuhan, jumlah cairan di tubuh anak kemungkinan akan kembali normal secara perlahan pada 48-72 jam ke depan.

Pada kasus yang berat, DBD dapat menyebabkan kebocoran pembuluh darah, penumpukan cairan di rongga perut atau paru-paru, hingga perdarahan berat.

Itulah beberapa gejala demam berdarah pada anak yang dapat dikenali agar segera ditangani. Segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan ya!

Kontributor : Alan Aliarcham

Baca Juga: Jenguk Korban Banjir Sintang, Menko PMK Minta Waspadai Demam Berdarah

Load More