SuaraJogja.id - Pertandingan final Piala AFF 2020 leg 2 antara Thailand vs Indonesia, Sabtu (1/1/2021) disambut meriah sejumlah masyarakat Indonesia dengan menyaksikan pertandingan bersama. Pengurus Masjid Jogokariyan, Mantrijeron, Kota Jogja menyediakan tempat nonton bareng pertandingan yang dimulai 19.30 WIB.
Meski Indonesia menahan imbang Thailand dengan skor 2-2, harapan klub asuhan Shin Tae-yong untuk mengangkat piala harus pupus.
Bagi salah seorang penonton asal Sleman yang datang sejak pukul 18.00 WIB, Muhammad Sulton Asnawi, kekalahan Tim Garuda tidak begitu membuatnya kecewa.
"Memang sejak awal sudah berencana menonton di sini, setelah sholat isya langsung menonton. Hasilnya memang tidak memuaskan tapi Indonesia sudah lumayan untuk juara dua," ungkap Asnawi ditemui SuaraJogja.id di masjid setempat, Sabtu (1/1/2022) malam.
Bukan tanpa alasan, laki-laki 17 tahun ini legowo dengan kekalahan Indonesia. Sebab Indonesia menunjukkan performa yang sangat baik menghadapi klub berjuluk Gajah Perang ini.
"Dibanding leg pertama, permainan Indonesia yang ini lebih bagus. Buktinya bisa mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan," katanya.
Ia mengaku bahwa sudah memprediksi kalau Indonesia sulit mengejar ketertinggalan. Namun permainan Indonesia menunjukkan peningkatan menurutnya.
"Apalagi agregatnya sampai 6-2, rasanya memang sulit kalau menang. Tapi sekarang malah lebih bagus," kata pendukung klub Liverpool itu.
Berbeda dengan Asnawi, penonton lainnya, M Rifal sedikit kecewa dengan kekalahan Indonesia. Ia menganggap seharusnya permainan Evan Dimas dkk lebih ngotot untuk bisa memperbesar skor.
Baca Juga: Timnas Indonesia Dirugikan Pemerintah Singapura, PSSI Layangkan Protes
"Padahal bermainnya sudah sangat baik di leg kedua. Tapi tetap kalah, seharusnya permainan yang sekarang diterapkan pada leg pertama, mungkin bisa menang," keluhnya.
Terpisah, Perwakilan Media Humas Masjid Jogokariyan, Ahmeda Edo menjelaskan bahwa kegiatan nonton bareng ini sudah biasa dilakukan. Tujuannya untuk mengajak dakwah bagi penyuka bola.
"Tujuannya ini kan untuk dakwah, jadi ikut sholat berjamaah isya, bonusnya nonton final AFF Suzuki Cup Thailand vs Indonesia," katanya.
Pihaknya juga menyediakan konsumsi kepada warga yang datang. Sehingga penonton merasa nyaman saat menonton pertandingan.
"Ya kita mencari kebersamaannya di sini, bisa makan bersama dan berkumpul. Kalau menonton di luar kan bisa saja ada yang mengumpat, nah kalau disini kan kita ajak mereka untuk menjaga lisan," kata Edo.
Untuk penerapan prokes, pihaknya tetap memberikan syarat. Minimal warga datang menggunakan masker dan memang dalam kondisi sehat.
Berita Terkait
-
Piala AFF Catatkan Rekor Baru: Thailand Juara Terbanyak dan Indonesia Runner Up Enam Kali
-
Tampil Trengginas di Leg Kedua Final Piala AFF 2020, Asnawi Disebut Pantas ke Liga 1 Korea
-
Thailand Juara Piala AFF 2020, Terima Kasih Timnas Indonesia
-
Dilarang Tampil di Final Piala AFF 2020, Elkan Bagggott Ternyata Jajan ke Sevel
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air