SuaraJogja.id - Peredaran darah kecil. Sistem peredaran darah atau yang biasa dikenal dengan sebutan sirkulasi darah merupakan suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat dan nutrisi dari dan ke sel.
Sistem peredarah darah manusia terdiri dari jantung, pembuluh darah dan komponen darah.
Sistem sirkulasi darah yang juga dikenal dengan nama sistem kardiovaskular ini memiliki peran yang vital bagi kehidupan manusia.
Darah sangat penting bagi manusia. Karena darahla h yang mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh.
Dan jenis sirklukasi darah ini terbagi dalam dua jenis, yaitu peredaran darah kecil dan peredaran darah besar, berikut penjelasannya:
1. Peredaran Darah Besar
Darah dari sistem peredaran darah besar adalah jenis darah bersih yang kaya akan oksigen dan nutrisi. Darah bersih ini dialirkan ke seluruh tubuh hingga ke bagian paling ujung yaitu jari tangan dan kaki.
2. Peredaran Darah Kecil
Darah dari sistem peredaran darah kecil adalah jenis darah kotor yang kaya akan karbondioksida. Darah kotor ini akan dibersihkan dalam paru-paru untuk setelahnya menjadi darah yang kaya akan oksigen.
Darah kotor akan dialirkan ke bilik kiri jantung melalui vena paru-paru.
Selain berfungsi untuk mengalirkan darah, oksigen dan nutrisi, beberapa peran dan fungsi peredaran darah lainnya adalah sebagai berikut:
- Mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme berupa karbondioksida melalui paru-paru
- Melawan infeksi hingga mencegah infeksi
- Membawa hormon penting ke seluruh tubuh
- Mangatur kadar Ph dan sushu inti tubuh tetap stabil
- Memelihara fungsi berbagai sistem organ tubuh
- Membantu proses pemulihan luka dan cedera
Kadang kala, sistem peredaran terganggu akibat adanya sejumlah penyakit. Kondisi ini juga bisa menganggu menganggu sistem peredaran kecil maupun peredaran darah besar. Sejumlah penyakit tersebut diantaranya:
Baca Juga: Kesal Ditegur Lampu Sein, Pria di Teluknaga Tangerang Dihabisi Pemuda Sedang Mabuk
1. Penyakit Jantung
Lubang pada ruang jantung atau pada katup jantung dapat membuat darah bersih dan darah kotor bercampur. Kondisi ini dapat menganggu peredaran darah, sehingga mengakibatkan penderita mengalami keluhan bibir atau tubuh berwarna biru.
2. Obesitas
Obesitas juga menyebabkan sirkulas darah yang buruk yang ujungnya akan membuat darah menggumpal, kondisi tersebut membuat gejala seperti kesemutan, mati rasa, nyeri pada tungkai dan kram otot.
3. Penyakit Raynaud (Pembuluh Darah Sempit)
Kondisi ini mengakibatkan peredaran menjadi terhambat dan menyebabkan terjadinya gejala kesemutan, nyeri dan rasa dingin pada ujung tubuh.
4. Gumpalan Darah
Gumapalan darah biasanya disertai dengan gejala nyeri atau bengkak. Dan ketika gumpalan tersebut bergerak, bisa saja mengalami serangan jantung atau stroke.
5. Diabetes
Diabetes menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi. Kondisi ini membuat pembuluh darah lebih rentan mengalami gangguan, penyumbatan dan perusakan. Diabetes bisa menganggu sirkulasi darah dalam tubuh.
6. Merokok
Racun pada rokok bisa merusak dinding pembuluh darah dan menyebabkan penumpukan plak pada vena. Kondisi ini merupakan awal mula terjadinya penyakit jantung, serangan jantung maupun stroke.
Cara Menjaga Kesehatan Peredaran Darah Kecil
Setelah mengetahui peranan darah serta fungsi peredaran darah kecil bagi kehidupan manusia, alangkah baiknya kita menjaga kesehatan peredaran kecil untuk memperlancar sirkulasi darah, dengan cara berikut:
1. Konsumsi Makanan untuk Melancarkan Peredaran Darah
Buah delima, cabai dan sayuran berdaun hijau mengandung nirit oksida yang dapat melebarkan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih efektif.
2. Menghindari Kebiasaan Merokok
Rokok mengandung bahan kimia berbahaya, salah satunya adalah nikotin. Bahan ini terdapat pada semua jenis rokok baik rokok tradisional maupun rokok elektrik.
3. Menjaga Berat Badan Ideal
Obesistas tidak hanya menghambat sistem peredaran darah, tapi juga memicu penumpukan plak pada pembuluh darah arteri. Akibatnya seorang yang mengalami obesitas berisiko mengalami serangan jantung, stroke dan serangan jantung koroner.
4. Olahraga yang rutin
Olahraga secara rutin dapat meningkatkan kemapuan pembuluh darah untuk melebar dan bekerja dengan lebih efektif.
5. Mengelola stres
Stres tidak dapat dihindari, namun Anda tetap bisa mengelolanya agar tidak belrarut-larut dengan cara meditasi dan tehnik pernafasan.
Anda bisa juga melakukan aktifitas yang menyenangkan seperti mendengarkan musik, minum teh hangat, melakukan yoga, menghubungi teman dan sebagainya.
Demikian ulasan mengenai peredaran darah dan hal-hal yang perlu dihindari agar peredaran darah kecil maupun besar berfungsi secara maksimal. Semoga menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Waktu Berbuka Tiba! Cek Jadwal Magrib dan Doa Buka Puasa Ramadan 27 Februari 2026 di Jogja
-
Skandal Dana Hibah Pariwisata Sleman: Bawaslu Tegaskan 'Nihil Pelanggaran' di Pilkada 2020
-
Antisipasi Tren Kemunculan Gepeng Selama Ramadan, Satpol PP Kota Jogja Intensifkan Operasi
-
Kronologi Pemuda Nekat Tusuk Juru Parkir di Sleman, Tak Terima Ditegur?
-
6 Fakta Insiden Penganiayaan di Jalan Godean Sleman yang Viral di Media Sosial