SuaraJogja.id - Unggulan teratas Naomi Osaka menarik diri dari turnamen pemanasan Australian Open yakni semifinal turnamen Melbourne Summer Set 1 WTA melawan Veronika Kudermetova, Sabtu (8/1/2022).
Ia mengaku memutuskan mundur dengan alasan intensitas pertandingan terakhir sebagai penyebab pengunduran dirinya.
"Sedih harus mundur karena cedera dari pertandingan saya hari ini, tubuh saya terkejut karena bermain berturut-turut setelah istirahat yang saya ambil," kata Osaka melalui akun Twitter miliknya.
"Saya akan mencoba untuk beristirahat dan sampai jumpa!"
Juara Grand Slam empat kali Osaka mengalahkan petenis Jerman Andrea Petkovic 6-1 7-5 pada perempat final, Jumat, kurang dari dua pekan sebelum Australian Open dimulai.
Mantan petenis nomor satu dunia asal Jepang itu tengah berjuang untuk mendapatkan performa terbaiknya sejak mundur dari French Open pada Mei lalu menyusul perselisihan dengan ofisial turnamen mengenai kewajiban bertemu dengan media yang berdampak negatif kepadanya.
Osaka juga mengundurkan diri dari acara pemanasan menjelang Australian Open tahun lalu karena "cedera yang mengganggu," dikutip dari Reuters.
Australian Open dimulai pada 17 Januari.
Baca Juga: Kei Nishikori Mundur dari Australian Open 2022, Ini Penyebabnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup