SuaraJogja.id - Spirit doll atau boneka arwah tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial belakangan ini. Tidak hanya publik figur yang memilikinya bahkan ada orang biasa juga mulai memeliharanya.
Menanggapi fenomena ini, Dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) Sindung Tjahyadi menyatakan bahwa fenomena terkait dengan doll atau boneka sendiri bukan hal yang baru. Bahkan boneka memiliki sejarah panjang dalam peradaban manusia.
"Sebenarnya kalau terkait dengan doll dengan berbagai bentuknya itu sudah memiliki sejarah panjang dalam peradaban manusia. Sejak zaman Firaun, Mesir, dan sebagainya, kita juga di masyarakat tradisi kita juga tidak asing dengan doll itu," kata Sindung saat dikonfirmasi awak media, Senin (10/1/2022).
Sindung menyebutkan, doll sendiri dapat dikategorikan menjadi dua jenis. Pertama, ada doll yang bisa digunakan untuk healing atau penyembuhan agar kembali sehat dari penyakit.
Baca Juga: Disebut Punya Wahana Istana Spirit Doll, Begini Jawaban Admin Twitter Resmi Dufan
Lalu ada pula yang kedua, yakni untuk kebutuhan 'tidak baik' atau jahat. Misalnya saja seperti boneka voodoo, santet, dan sebagainya. Menurutnya, ada pemahaman yang perlu sedikit diluruskan terkait dengan munculnya spirit doll ini.
"Menurut pengetahuan saya, spirit doll itu adalah 'sarana manusia berkomunikasi dengan yang lain'. Yang lain itu bisa kuasa yang lebih tinggi bisa itu kemudian orang lain, bisa juga terkait dengan refleksi dalam arti berkomunikasi dengan dirinya sendiri," ungkapnya.
Ia mengambil contoh ada sejumlah orang yang saat masa kecilnya dulu sulit dipisahkan dengan boneka tertentu. Namun saat itu memang masih dalam batas yang bisa dikategorikan wajar berbeda dengan yang sedang banyak diperbincangkan saat ini.
"Saya melihat dari segi wujud, makna dan fungsi apa yang kemudian sekarang disebut sebagai spirit doll itu sudah bergeser dari yang dulu. Pertanyaannya apakah pergeseran ini merupakan sesuatu yang alamiah wajar ataukah itu dikonstruksi secara sengaja," terangnya.
Disampaikan Sindung, pergeseran spirit doll masa kini itu juga perlu dilihat dengan cara yang berbeda pula. Walaupun memang fenomena boneka ini tidaklah asing di tengah masyarakat.
Baca Juga: Polemik Adopsi Boneka Arwah Yang Dibolehkan, Ini Pernyataan Ustaz Yusuf Mansur
"Jadi memang kita tidak asing sebenarnya dengan itu, tapi sekali lagi untuk yang fenomena para seleb beli spirit doll yang mahal itu, ya sangat mahal sebenarnya untuk orang biasa seperti kita, itu fenomena yang saya kira harus dibaca dengan cara yang lain," ucapnya.
Berita Terkait
-
Ulasan Novel Notes from Underground: Memahami Pemikiran Eksistensialis
-
Ulasan Novel Dunia Sophie: Memahami Filsafat dengan Sederhana
-
Hasan Nasbi Beri Saran Teror Kepala Babi ke Tempo Dimasak, Dosen UGM: Pejabat Begini Menyedihkan
-
Menjelajahi Hakikat Manusia dalam Buku Tentang Manusia Karya Reza Wattimena
-
Ulasan Novel Wabi Sabi: Menemukan Keindahan dalam Hal-Hal Sederhana
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir