"Alhamdulilalah, kini saya hafal juz 1 sampai 23 dan juz 29 serta 30. Jadi total 25 juzz," papar dia.
Ia menjadi hafiz memang bukan suatu kebetulan. Sejak lahir, Rahmat memang ditakdirkan tidak bisa melihat. Sampai umur 7 tahun ia sama sekali tidak mengenyam bangku pendidikan khusus bagi orang-orang yang senasib dengan dirinya.
Dua tahun Rahmat belajar di Taman Kanak-kanak Umum dan berhasil lulus. Ia kemudian meneruskan pendidikan di SD tak jauh dari rumahnya. Namun baru seminggu masuk pembelajaran, Rahmat kecil mogok belajar. Ia tidak mau meneruskan sekolah di SD tersebut karena dirundung teman-temannya.
"Saya mutung (putus asa) ndak mau sekolah gara-gara di-bully teman-teman karena tidak bisa melihat," tutur Rahmat.
Keluarganya pun mengaku prihatin dengan nasib Rahmat. Mereka nyaris putus asa akan memperlakukan Rahmat seperti apa agar memiliki kegiatan. Karena bingung itulah, adik dari neneknya mulai mendidik Rahmat untuk menghafal Al-Qur'an.
Rahmat justru tidak diajari membaca Al-Qur'an karena saat itu memang tidak ada Al-Qur'an braille. Adik dari neneknya tersebut hanya membacakan Al-Qur'an ayat demi ayat dan kemudian meminta Rahmat menghafal.
"Jadi satu ayat atau satu waqof dibacakan berulang-ulang, 3 sampai 7 kali. Saya baru hafal," ceritanya.
Metode mendengarkan itulah yang hingga saat ini ia gunakan untuk menghafal 25 juz Al-Qur'an. Namun Budi Santosa [adik neneknya] tak lagi membacakan ayat demi ayat karena Rahmat hanya mendengar MP3 ataupun ponsel. Setelah selesai 1 juzz, Rahmat kemudian mempresentasikannya di depan Budi.
Tahun 2013 yang lalu, ia langsung meloncat menghafal juz 29 dan 30 meskipun baru hafal 3 juz. Pasalnya, ia ingin mendapatkan ijazah atau sertifikat menghafal dari Syekh Ali Jabar. Lewat kegigihannya, Rahmat mendapat ijazah dari Syekh Ali Jabar.
Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Ancam Polisikan Sejumlah Orang karena Dituding Penipu
"Saya pun beberapa kali mendapat ijazah dari PPPA Darul Quran milik Ustaz Yusuf Mansur," ungkap dia.
Beberapa kali kejuaraan seperti lomba tahfiz ataupun tilawah berhasil ia raih. Untuk tilawah, ia menyabet terbaik se-DIY selama tahun 2020 dan 2021. Kemudian untuk tahfiz 1 juz, ia pernah menjadi terbaik, tetapi akhirnya didiskualifikasi karena umurnya melebihi batas yang diperkenankan atau dianggap terlalu tua.
Selain menjadi tahfiz, Rahmat ternyata juga jago untuk urusan komputer dan juga seni tarik suara. Ia pernah mewakili Indonesia bersama 8 orang penyandang disabilitas lainnya dalam kejuaraan Global Eye Competition. Namun, ia gagal unjuk gigi di tingkat internasional.
Kini, selain menempuh pendidikan di SMALB, Rahmat mengisi hari-harinya dengan membuka praktik pijat urat dan pijat capek. Di samping itu, Rahmat juga berhasil menelurkan sebuah lagu ciptaannya sendiri ke YouTube.
"Judulnya itu "Tangising Ati" dan bisa dilihat di akun YouTube HM Production," papar dia.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Ustaz Yusuf Mansur Ancam Polisikan Sejumlah Orang karena Dituding Penipu
-
419 Jemaah Umrah Berangkat di Tengah Omicron, Menko Luhut Bicara Faktor Keamanan
-
Tak Terima Dituding Penipu, Ustaz Yusuf Mansur Ancam Polisikan Sejumlah Orang
-
PPIU Siapkan Keberangkatan Jemaah Umrah, Perketat Persyaratan
-
Polemik Adopsi Boneka Arwah Yang Dibolehkan, Ini Pernyataan Ustaz Yusuf Mansur
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026