SuaraJogja.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta menanggapi rusaknya fasilitas berupa batu granit yang ada di Jalan Perwakilan. Proyek senilai Rp10 miliar tersebut sudah rusak meski belum genap sebulan diresmikan Wali Kota Yogyakarta.
"Permasalahannya adalah pada saat pembangunannya itu belum kering jadi kan itu masih basah tapi sudah digunakan untuk kendaraan lewat," ujar Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta, Ririk Banowati Permanasari.
Ririk mengatakan bahwa persoalan kendaraan melintas meski kondisi pembanguan jalan belum maksimal itu harus ada koordinasi antara Dishub dan DPUPKP.
"Artinya memang harus perlu koordinasi, namanya kan yang mengizinkan kendaraan melintas itu dari Dishub dan mungkin juga dari Dishub itu pertimbangannya untuk memecah lalu lintas dan kemacetan di Malioboro makanya dibuka yang di Jalan Perwakilan," ujar dia.
Ririk berharap DPUPKP segera membuat solusi untuk perbaikan titik jalan yang rusak, meski tidak bisa ditutup total selama perbaikan.
"Dan mungkin ke depan jangan terulang lagi lah kejadian semacam ini karena anggaran itu kan cukup besar ya. Jadi ya terkait perencanaan dan pelaksanaan harusnya benar-benar detail. Masa baru satu bulan sudah begitu," tegur Ririk.
Dia tak menampik bahwa di Jalan Perwakilan terdapat sejumlah pintu masuk ke hotel, dimana akses masuk kendaraan tidak bisa dialihkan. Sehingga Pemkot perlu menyiapkan skema agar fasilitas jalan tidak kembali rusak.
"Jalan Perwakilan itu memang jadi salah satu jalur untuk masuk ke hotel yang ada di sana. Dinas berkoordinasi lah bagaimana supaya akses ke sana tetap bisa dan tidak mengganggu atau merusak fasilitas yang sudah dibangun. Apalagi ini kan masuk ke bagian di seputaran sumbu filosofis," kata dia.
Sementara Kepala DPUPKP Kota Yogyakarta, Hari Setyawacana menjelaskan bahwa kerusakan itu sudah ditangani oleh pihak ketiga. Nantinya akan dipasang lembaran plat di atas batu granit yang pecah.
Baca Juga: Dibahas Cukup Lama, 3 Raperda Ini Disetujui DPRD Kota Yogyakarta
"Nah maka dari itu, nanti lembaran plat ini kami pasang setelah mengganti granit-granit yang pecah. Sehingga kendaraan tidak langsung langsung menyentuh batu granit yang diperbaiki. Kita cari solusi seperti itu," jelas dia.
Hari memastikan bahwa selama perbaikan Jalan Perwakilan tidak ada penutupan akses jalan itu. Hanya saja nantinya dibuat pembatas agar tidak dilewati kendaraan.
"Jadi kami tidak menutup total ya, jadi hanya membuat batas dan menutup granit yang rusak dengan plat, sambil menunggu kerekatan semen selama lebih kurang 14 hari," kata Hari.
Berita Terkait
-
Belum Genap Sebulan Diresmikan Wali Kota Jogja, Fasilitas Jalan Perwakilan Rusak
-
Kebut Pembangunan Kawasan Pedestrian Jalan Perwakilan, DPUPKP Sebut Sudah Capai 75 Persen
-
Terdampak Pembangunan Jalan, Pedagang Jalan Perwakilan Minta Bisa Tetap Berjualan
-
Belum Ada Kepastian Pembangunan Jalan Perwakilan, Pedagang: Sosialisasi Terkesan Cepat
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat