SuaraJogja.id - Warga Padukuhan Mendak Kalurahan Sumbergiri Kapanewon Ponjong menggruduk Balai Padukuhan setempat. Ratusan warga ini datang ke Balai Padukuhan menuntut dukuh mereka mundur dari jabatan yang telah diampunya belasan tahun.
Tak seperti demonstrasi pada umumnya di mana warga datang dengan emosi dan bersikap arogan. Namun demonstrasi kali ini berjalan sangat tertib dan tidak ada sumpah serapah. Tua, muda, lelaki ataupun perempuan secara tertib mengikuti demonstrasi tersebut.
Kamis (27/1/2022), sekitar pukul 12.30 WIB, warga terlihat mulai mendatangi balai Padukuhan setempat yang berada di lokasi paling rendah wilayah tersebut. Mereka datang menggunakan berbagai kendaraan mulai sepeda angin, sepeda motor, mobil kendaraan terbuka, mobil penumpang bahkan ambulans.
Bahkan, sebelum pelaksanaan demonstrasi dilakukan warga sudah memasang tenda yang terbuat dari besi dan galvalum. Mobil bak terbuka itupun mereka gunakan untuk mengangkut kursi yang nantinya akan mereka gunakan ketika demonstrasi.
Tak ada spanduk ataupun tulisan hujatan tuntutan dukuh untuk mundur. Bahkan setelah beberapa saat demonstrasi dimulai, terlihat mobil ambulans keluar dari area balai padukuhan. Bukan membawa warga yang sakit, ternyata mobil ini kembali untuk mengambil snak serta minuman.
Perwakilan warga Mendak, Tukiman menuturkan warga Ari Susanti menghendaki agar ari mundur ditandai dengan tanda tangan warga setempat. Dukuh Ari Susanti menjabat sebagai dukuh melalui proses pemilihan dan karena sudah tidak dikehendaki lagi oleh masyarakat sehingga diminta legowo mengundurkan diri.
"Kami tidak menginginkan lagi Ari Susanti menjadi dukuh kembali,"tandas dia disambut tepuk tangan meriah dari warga yang hadir, Kamis (27/1/2022).
Menurut dia, Dukuh Ari Susanti selama menjabat dukuh sama sekali tidak pernah mengumpulkan warga masyarakat untuk bermusyawarah dalam mengambil keputusan.
Selain itu, Dukuh Ari juga dinilai tidak memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat karena pernah menampar seorang pemuda di sebuah acara hajatan. Sebagai pemimpin seharusnya Ari berlaku lebih arif mensikapi persoalan warga.
Baca Juga: DIY Kirimkan 37 Sampel, 4 Warga Gunungkidul Terindikasi Terpapar Omicron
"Dia juga tersandung persoapan pembuatan sertifikat (tanah) massal,"tandas dia.
Bahkan, waktu pemilihan lurah tidak netral karena suaminya mengarahkan warga untuk memilih calon lurah dari padukuhan lain. Dukuh juga sering melakukan adu domba antar RT dengan berbagai permasalahan yang sangat sepele.
Beberapa hari yang lalu 8 Pokmas didatangi oleh Tim Tipikor karena dituduh pernah menarik uang biaya PTSL tahun 2018 Rp50 ribu hingga Rp75 ribu. Pokmas beralasan dana tersebut sesuai kesepakatan warga untuk operasional tim pengecekan dan pengukuran.
"Justru Tim mengatakan jika itu ada dana operasional. Warga tidak mengetahui ada biaya operasiobal tetapi tidak ada transparansi saat sosialisasi. Itu duit ke mana dan selama ini tidak tahu uang itu kemana,"ungkap dia.
Lurah Sumbergiri, Suharjono mengatakan lurah hanya bisa memberhentikan dukuh jika sudah purna tugas, meninggal atau mengundurkan diri. Hal tersebut sesuai dengan peraturan bupati yang ada saat ini. Sehingga jika dirinya tidak segera memberhentikan dukuh Mendak karena menaati aturan tersebut.
Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Ari Susanti untuk keputusan jabatan dukuh tersebut. Sampai saat ini lurah memang tidak bisa menghentikan jabatan dukuh di luar tiga ketentuan tersebut meskipun awalnya dipilih oleh masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
-
Dana Desa 2026 Terancam Dipangkas, Pengembangan Koperasi Merah Putih di Bantul Terkatung-katung