SuaraJogja.id - Tahukah Anda posisi tidur ternyata punya pengaruh penting terhadap kesehatan?
Ya, memilih posisi tidur yang baik dapat meningkatkan kualitas tidur sekaligus mendapatkan manfaat tidur secara maksimal.
Sebaliknya, jika salah memilih posisi tidur, Anda berisiko mengalami kelelahan, gangguan tidur, sakit kepala, sakit maag, hingga nyeri punggung.
Lalu, bagaimana cara memilih posisi tidur yang baik? Pada dasarnya, tidak ada satu posisi yang baik untuk semua orang.
Sebab, masing-masing orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Artinya, posisi tidur yang baik untuk Anda belum tentu baik untuk orang lain.
Anda perlu memahami manfaat dan risiko dari berbagai jenis posisi tidur sebelum menentukan mana yang terbaik. Berikut ini beberapa posisi tidur yang baik yang dapati Anda pilih sesuai kebutuhan.
1. Tidur Telentang
Tidur telentang dapat meningkatkan kualitas tidur. Seseorang dapat tidur telentang sepanjang malam tanpa harus berganti posisi. Dengan tidur telentang, Anda memberi kesempatan bagi kepala, leher, dan tulang belakang untuk berada dalam posisi netral. Tidur telentang jarang menyebabkan keluhan nyeri atau pegal-pegal saat bangun tidur.
Meski demikian, tidur telentang dapat meningkatkan kemungkinan Anda mendengkur. Sebab saat tidur telentang, jalan napas menjadi tidak optimal. Seseorang yang memiliki kebiasaan mendengkur tidak disarankan tidur dengan posisi ini. Tidur telentang juga mempermudah asam lambung naik ke kerongkongan. Oleh karena itu, orang yang memiliki GERD (gastroesophageal reflux disease) harus mengganjal kepala dengan bantal yang cukup jika hendak tidur dalam posisi telentang.
Baca Juga: Kenali 7 Posisi Tidur Kucing saat Sakit yang Masih Sering Tak Disadari Pemilik Anabul
2. Tidur Meringkuk
Tidur meringkuk merupakan posisi yang paling banyak dipilih orang dewasa saat tidur. Posisi tidur meringkuk artinya tidur menyamping dengan perut dan lutut yang tertekuk seperti bayi.
Jika meringkuk menghadap kiri, posisi ini bermanfaat bagi ibu hamil karena posisi tersebut membantu memperlancar sirkulasi darah ke bayi. Selain itu, posisi ini juga baik untuk orang yang memiliki kebiasaan mendengkur.
Namun tidur meringkuk tidak disarankan bagi orang yang mengalami radang sendi (artritis), terutama pada penderita artritis di daerah punggung. Hal ini karena posisi meringkuk akan menambah tekanan di daerah punggung dan memperberat nyeri artritis.
3. Tidur Menghadap Samping
Tidur menghadap samping dianggap paling sesuai untuk membuka jalan napas bagi Anda yang memiliki gangguan pernapasan atau mendengkur saat tidur. Posisi ini paling sering ditemui dan merupakan salah satu posisi tidur yang baik.
Berita Terkait
-
3 Posisi Tidur Meredakan Nyeri Haid, Lengkap Tips Mengurangi Rasa Sakit
-
3 Posisi Tidur Ini Buruk untuk Kesehatan, Begini Saran Ahli
-
3 Rekomendasi Posisi Tidur yang Baik untuk Ibu Hamil
-
Kenali 7 Posisi Tidur Kucing saat Sakit yang Masih Sering Tak Disadari Pemilik Anabul
-
Cara Tidur yang Baik Menurut Islam, Salah Satunya Wudhu Sebelum ke Kamar
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Garin Nugroho Singgung Peran Pemerintah: Film Laris, Ekosistemnya Timpang
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai