Kelenteng Fuk Ling Miau sendiri tidak ditutup selama perayaan Imlek 2022. Sejumlah umat Konghucu silih berganti berdoa dan menyulut dupa di dalam kelenteng.
Tetap Jaga Protokol Kesehatan
Pengelola kelenteng juga memberikan stiker pengingat untuk tetap mengenakan masker selama di dalam kelenteng. Meski tak diharuskan menjaga jarak, para umat Konghucu sudah mengatur jarak dan bergantian ketika berdoa di depan patung.
Berbeda dari Pranoto, Martoper Zhuo memilih tak pulang ke rumahnya di Pekanbaru karena peningkatan kasus Covid-19 ini. Pria 22 tahun ini merayakan Imlek di kontrakannya dan menyempatkan berdoa di Kelenteng Fuk Ling Miau.
"Biasanya ketika Imlek saya beribadah di Pekanbaru. Nah karena kondisi seperti ini saya tetap di Jogja dan merayakan di sini saja," kata dia.
Meski begitu Martoper tak mempersoalkan dirinya yang tidak bisa berkumpul dengan keluarga. Kebetulan teman di satu kontrakannya menganut keyakinan yang sama.
Hidup di Tahun yang Tegas dan Jelas
Tahun baru Imlek yang saat ini merupakan tahun Macan Air dimaknai oleh Pranoto sebagai tahun yang tegas. Banyak harapan di tahun ini, dirinya berani dalam menjalankan kehidupan.
"Macan itu kan keras, jadi tegas. Ya semoga tahun ini kita mendapat hal yang baik dan jelas. Beda seperti tahun sapi atau kerbau (Imlek 2021), masih ada mentulnya," kata dia.
Baca Juga: Pulang dari Bogor, Warga Gunung Kidul Yogyakarta Positif Covid-19 Varian Omicron
Namun tidak bagi Mertoper, dirinya tak begitu bisa memaknai Tahun Macan Air. Namun doanya yang dia ucapkan saat berada di Kelenteng, agar kondisi Covid-19 di Indonesia segera hilang. Aktivitas warga ketika bepergian tidak dibatasi dan kembali hidup normal.
"Harapannya kembali normal ke depan. Karena meski sudah disebut landai, masih ada saja kasus yang muncul," keluhnya.
Terpisah, Ketua Pengurus Kelenteng Fuk Ling Miau, Angling Wijaya tidak menutup akses umat yang akan beribadah di sini. Pihaknya juga sudah menyediakan pengukur suhu tubuh, termasuk wastafel untuk cuci tangan.
"Semuanya sudah disiapkan, memang selama berdoa di dalam kelenteng harus menggunakan masker. Harapannya tahun baru Imlek 2022 ini memberikan kebaikan pada kita, termasuk hilangnya corona ini," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup