SuaraJogja.id - Persediaan tiga jenis vaksin COVID-19 di Kulon Progo kosong kosong selama beberapa hari terakhir. Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menyatakan, stok vaksin yang kosong adalah AstraZeneca, Moderna, dan Sinoparm.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kulon Progo Rina Nuryati di Kulon Progo, Rabu (2/2/2022), mengatakan bahwa Dinkes sudah mengajukan permohonan vaksin COVID-19 ke Dinkes DIY.
Berdasarkan data Dinkes DIY, vaksin COVID-19 jenis AstraZeneca kosong, sedangkan Moderna masa pakai sampai 5 Februari, sehingga Dinkes Kulon Progo sengaja tidak mengambil.
"Kami sudah mengajukan distribusi vaksin yang kosong. Pada pekan-pekan ini vaksin yang kosong akan datang, khususnya vaksin AstraZeneca," kata Rina.
Ia mengatakan, stok vaksin yang masih ada yakni Sinovac sebanyak 4.996 dosis dan Pfizer sebanyak 2.500 dosis. Saat ini, vaksin booster atau vaksinasi COVID-19 menggunakan Pfizer.
"Persediaan vaksin Sinovac dan Pfizer cukup untuk dua pekan ke depan. Untuk sementara, kami menggunakan Pfizer untuk vaksinasi booster, sembari menunggu datangnya vaksin yang lainnya," katanya.
Lebih lanjut, Rina mengatakan, capaian vaksinasi COVID-19 penguat non-tenaga kesehatan di Kulon Progo mencapai 2,50 persen atau 7.858 dari total 303.075 sasaran.
"Capaian vaksinasi booster (penguat) sudah melebihi target yang ditetapkan, yakni Januari sebanyak 5.000 sasaran. Sampai saat ini sudah mencapai 7.858 sasaran," katanya.
Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati mengatakan capaian vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Kulon Progo sudah mencapai 89,3 persen atau 337.893 dai total 378.177 sasaran. Sedangkan dosis kedua mencapai 78,5 persen atau 297.053 sasaran.
Capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun dosis pertama mencapai 93,50 persen atau 33.152 dari total 35.457 sasaran dan dosis kedua mencapai 61,9 persen atau 21.964 sasaran.
"Kami masih berupaya melakukan penyisiran bagi warga yang belum divaksin dosis pertama. Kami juga berupaya melakukan percepatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun," katanya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Berbagai Jenis Vaksin Kucing untuk Melindungi Anabul dari Penyakit Berbahaya, Bisa Mencegah Infeksi Virus Mematikan
-
Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Gugus Tugas Kulon Progo Minta Masyarakat Tetap Disiplin Prokes
-
Stok Vaksin Pekanbaru Menipis, Tambahan Dosis Sinovac Masih Menunggu
-
Antisipasi Kasus Covid-19 di Sekolah, Dinkes Kulon Progo Kembali Rencanakan Swab Acak Siswa Mulai Februari
-
4 Syarat Ibu Hamil Boleh Vaksin Booster, Penuhi Persyaratannya Agar Tak Membahayakan Janin
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha