Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Kamis, 03 Februari 2022 | 11:23 WIB
penjual sapi di Gunungkidul. [Kontributor / Julianto]

Di dua kapanewon yaitu Gedangsari dan Ponjong, hewan ternaknya mencapai 46.000. Sementara seluruh Gunungkidul populasi sapi mencapai 156.000, kambing 200 ribu dan domba ada 11 ribu. Jumlah yang sangat banyak untuk pemberian antibiotik.

Selain pemberian antibiotik kepada ternak, pihaknya juga melakukan penyiraman kepada formalin ke lokasi yang ditengarai tercemar atau terdapat bakteri penyebab Antraks. Diantaranya tempat penyembelihan hewan yang sebelumnya sakit dan terkonfirmasi Antraks.

Selanjutnya, tindakan penanganan akan dilakukan pemberian vaksin. Metode pemberian vaksin berbeda dengan tindakan pemberian antibiotik. Pihaknya juga akan membuat peta zona merah, lalu di luarnya zona kuning dan hijau. Pemberian antibiotik dari zona merah ke zona kuning lalu hijau. 

"Kalau pemberian vaksin dari zona hijau ke kuning lalu merah. Karena petugas terbatas tindakan vaksinasi ternak nanti simultan," terang Retno. 

Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Robohkan Kandang Ayam Berkapasitas 4000 Ekor hingga Rusak Atap Pasar di Gunungkidul

Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro menuturkan sampai saat ini belum ada pembatasan lalu lintas ternak di wilayahnya. Yang ada saat petugas kesehatan hewan stand by di masing-masing pos penjagaan untuk melakukan kontrol hewan yang melintas.

"Belum ada (pembatasan). Kita tunggu dari Dinas Peternakan inginnya seperti  apa?"ujar dia.

Kontributor : Julianto

Load More