SuaraJogja.id - Kasus pemerkosaan dan penyerangan terhadap seorang wanita yang menjerat Mason Greenwood berbuntut pada penghentian sponsor oleh perusahaan apparel olahraga, Nike, tersehadap striker Manchester United itu. Nike pada Senin (7/2/2022) menyatakan bahwa mereka tidak lagi mensponsori Greenwood.
Nike pada pekan lalu mengatakan bahwa mereka telah menangguhkan kerja sama dengan Greenwood karena raksasa pakaian olahraga itu merasa prihatin atas kasus tersebut.
Namun kini Nike sudah mengambil sikap tegas untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan Greenwood.
“Mason Greenwood bukan lagi seorang atlet Nike,” kata Nike dalam sebuah pernyataan, Senin.
Greenwood sebelumnya ditangkap oleh Kepolisian Manchester Raya pada 30 Januari karena diduga telah melakukan kekerasan seksual hingga membuat ancaman pembunuhan terhadap seorang wanita.
Namun penyerang berusia 20 tahun itu kemudian dibebaskan dengan jaminan pada 2 Februari lalu seraya menunggu penyelidikan lebih lanjut.
Meski demikian, Manchester United telah menjatuhkan skors kepada Greenwood. Pemain jebolan akademi MU itu tidak diperbolehkan bermain maupun berlatih bersama tim sampai pemberitahuan lebih lanjut. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Ngambek Reda, Jesse Lingard Siap Tampil saat Man United Hadapi Burnley
-
Bebas dari Tahanan, Mason Greenwood Gunakan Anjing Rp489 Juta untuk Jaga Rumah
-
Ada Peran Greenwood dalam Kegagalan Jesse Lingard Tinggalkan MU
-
Terlibat Kasus Kekerasan Seksual, Mason Greenwood Dihapus dari Game FIFA 22
-
Tersangkut Kasus Rudapaksa dan Ancaman Pembunuhan, Mason Greenwood Dibebaskan dengan Jaminan
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK