SuaraJogja.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda tengah makan nasi angkringan sambil duduk lesehan di trotoar jadi sorotan. Belakangan diketahui pemuda tersebut merupakan cucu Sri Sultan HB X.
Dikutip dari pemilik akun @danangpurwoko.id, dalam video singkat yang dibagikan memperlihatkan seorang pemuda berbaju gelap sambil menggendong tas selempang tengah duduk di pinggir trotoar beralas tikar.
Pemuda yang punya potongan rambut cepak itu terlihat tengah menikmati nasi kucing khas angkringan. Ia pun tak lupa memesan es teh kepada si penjual angkringan.
Belakangan diketahui merupakan cucu Sri Sultan HB X Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo.
Pemilik video Danang Purwoko pun terdengar mengucap tak percaya bahwa sosok cucu Raja Yogyakarta itu tengah makan santai di angkringan.
"tenanan iki mas Marrel makan di angkringan yo?" ucapnya.
Si pemilik video pun sempat menanyakan ke si penjual angkringan mengenai sosok cucu Sri Sultan HB X yang makan di angkringannya.
"MBak tau ngga kalau yang makan itu cucunya Sri Sultan?" tanyanya.
"Mboten ngertos niku (Belum tahu)," jawab si penjual angkringan sembari berjalan menghampiri cucu Sri Sultan HB X menyodorkan es teh pesanannya.
Baca Juga: Bisa Bayar Nontunai dan Punya e-Menu, Warung Angkringan Ini Sukses Bertahan Saat Pandemi
Lebih lanjut saat dikonfirmasi SuaraJogja.id, video cucu Sri Sultan HB X yang sedang makan di angkringan itu diambilnya ketika ia akan cek lokasi penambangan di Kali Progo.
"Itu mau cek lokasi penambangan pasir di Kali progo bareng GKR Hemas, lupa belum sarapan. Itu lokasinya di angkringan kawasan Kraton Kilen," terangnya.
Unggahan video cucu Sri Sultan HB X makan lesehan di angkringan itupun menuai beragam komentar netizen.
"Jogja memang slow...cucu Sultan aja nyantai ga kakean gaya," kata ca****
"Ini baru cucu Sultan ga kaleng-kaleng," kata jas*****
"Cool masnya low profile izin follow mas @marrel.sk," kata rad*****
Cucu Sri Sultan HB X Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo. Ia diketahui merupakan pebisnis penyedia daging sapi Sri Andhini Sakti yang terletak di Jalan Magelang Km 7.
Marrel merupakan putra dari GKR Condrokirono yakni putri kedua Sri Sultan HB X.
Setelah lulus dari SMA DeBritto, Marrel melanjutkan pendidikannya di Inggris tepatnya di University of West of England untuk S1-nya. Kemudian dilanjut lulus S2 di King's College University pada 2020 lalu.
Berita Terkait
-
Gubernur DIY Sri Sultan HB X Sidak ke Malioboro, Toko di Pinggir Jalan Akan Dicat Seragam Warna Putih
-
CEK FAKTA: Gubernur DIY Sri Sultan HB X Anggap Covid-19 Sandiwara NKRI, Ini Penjelasannya
-
Kehilangan Mata Pencaharian Usai Relokasi, Pendorong Gerobak Malioboro Unjuk Rasa ke Sri Sultan HB X
-
Dukung Strategi Diplomasi Sri Sultan HB X Melalui Kayu, 3 Menteri Canangkan Hutan Nangka di Gunungkidul
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
DIY Darurat Kekerasan Seksual di Sekolah: DPRD Usul Perda Komprehensif, Lindungi Siswa dan Guru!
-
Jadwal Lengkap Waktu Buka Puasa atau Azan Magrib di Jogja Hari Ini 26 Februari 2026
-
Gitar dan Pikiran Kritis: Mengenang John Tobing, Sahabat Karib yang Menjadi 'Suara' Demonstran
-
Jelang Hari Raya, Pengawasan Pangan dan Parsel Lebaran di Kota Jogja Diperketat
-
8 Fakta Dibalik Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di Sekolah Yogyakarta