SuaraJogja.id - Ferry Waskito, sopir bus Gandhos Abadi dengan nomor polisi AD 1507 EH yang mengalami kecelakaan tunggal di Bukit Bego, Jalan Dlingo-Imogiri ditetapkan sebagai tersangka. Seperti diketahui, bus itu membawa rombongan dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dan sebanyak 14 orang kehilangan nyawa akibat peristiwa ini.
Kapolres Bantul AKBP Ihsan menyatakan, dari hasil gelar perkara yang telah dilakukan, seluruh pihak terkait sepakat bahwa penyebab insiden kecelakaan tunggal ini lantaran kelalaian si pengemudi bus. Ferry dinilai lalai karena mengemudikan bus di jalan menurun dengan kecepatan tinggi.
"Lalainya itu dari hasil keterangan saksi maupun dari analisis Traffic Accident Analysis (TAA) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan bukti-bukti di TKP. Saat jalan menurun sopir menggunakan persneling gigi 3."
"Kemudian kelalaian mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi di atas 50 km/jam. Padahal di sana sudah terdapat rambu larangan mengemudikan kendaraan maksimal 50 km/jam," ungkapnya, Rabu (16/2/2022).
Bahkan dari analisis TAA diduga kecepatan bus mencapai 80-100 km/jam. Selain itu, diketahui jika pengemudi baru pertama kali melewati jalur menanjak seperti di Jalan Dlingo-Imogiri.
"Kelalaian-kelalaian inilah yang jadi bukti. Termasuk fakta bahwa pengemudi baru pertama kali melewati Jalan Dlingo-Imogiri. Biasanya dia (kalau menyetir kendaraan) lewat jalan datar sehingga begitu dia melewati tanjakan dan turunan jadi panik," terangnya
Karena itu, pihaknya menerapkan Pasal 310 ayat 2 dan 4 UU Nomor 22/2009 terkait dengan lalu lintas. Dalam pasal itu disebutkan barang siapa lalai mengemudikan kendaraan dan menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban luka atau meninggal dunia dipenjara enam tahun.
"Kemudian hasil gelar perkara sehubungan dengan penerapan pasal tersebut tentunya ada tersangka. Namun karena yang bersangkutan telah meninggal dunia sehingga kasus ini SP3 atau dihentikan," katanya.
Menurut perwira menengah kepolisian ini, pemberhentian kecelakaan maut ini sudah sesuai dengan perintah UU. Apabila ada kasus yang pelakunya meninggal dunia, maka kasus harus dihentikan.
Baca Juga: Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Bantul Tambah Satu, Sempat Dirawat di Bethesda
"Jadi kecelakaan ini murni karena adanya kelalaian dari pengemudi. Dan ini juga selaras dengan hasil penyelidikan yang sudah dilaksanakan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)."
"KNKT kemarin sudah ke TKP dan sudah menyampaikan rilis ke media. Hasilnya (penyelidikan) sama dengan hasil pendalaman yang kami lakukan, jadi murni kesalahan pengemudi," tegas pria asal Makassar itu.
Berita Terkait
-
Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Bantul Tambah Satu, Sempat Dirawat di Bethesda
-
Bus Wisata Dilarang Melintas Jalan Dlingo-Imogiri, Kunjungan Wisatawan Anjlok
-
KNKT Minta Rute ke Destinasi Wisata di DIY yang Rawan Dilengkapi Rambu Hazard hingga Kolam Jebakan
-
KNKT Ungkap Penyebab Utama Kecelakaan Maut di Bukit Bego: Sopir Gunakan Gigi 3 Saat Lewati Turunan
-
Bus Pariwisata Dilarang Lewat Jalan Dlingo-Imogiri, Begini Respons Pelaku Wisata
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir