SuaraJogja.id - Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bantul, mencatat pasien yang menjalani isolasi terus naik hingga Senin menjadi 3.856 orang, menyusul penambahan kasus baru lebih banyak dibandingkan dengan kasus sembuh dalam sehari.
Seperti dikutip dari Antara, berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul dalam keterangan resmi Pemkab di Bantul, Senin, kasus konfirmasi bertambah sebanyak 364 orang, sedangkan kasus konfirmasi sembuh sebanyak 88 orang, sedangkan kasus konfirmasi meninggal tercatat dua orang.
Dengan perkembangan kasus harian itu, maka total kasus positif COVID-19 di Bantul secara kumulatif sejak awal pandemi hingga saat ini menjadi 61.966 orang, dengan angka kesembuhan 56.525 orang, sementara kasus kematian totalnya tercatat 1.585 orang.
Dengan demikian jumlah kasus aktif COVID-19 atau pasien yang masih terinfeksi dan menjalani isolasi maupun karantina di selter dan rumah sakit wilayah Bantul per Senin, tercatat 3.856 orang, naik dibandingkan dengan data sebelumnya 3.592 kasus isolasi
Kasus COVID-19 isolasi tersebut tersebar di 17 kecamatan se-Bantul, dengan terbanyak dari Banguntapan 634 orang, Sewon 545 orang, Bantul 417 orang, Kasihan 389 orang, Pleret 218 orang, Jetis 209 orang, Imogiri 195 orang, Sedayu 187 orang, Pandak 183 orang.
Di Piyungan 182 orang, Bambanglipuro 143 orang, Pajangan 134 orang, Kretek 124 orang, Srandakan 92 orang, Pundong 86 orang, dan Sanden 85 orang, serta Dlingo 33 orang.
Disebutkan pula, untuk cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama sebanyak 785.168 orang (87,30 persen) dari total sasaran 899.352 orang, sedangkan dosis dua tervaksin 748.148 orang (83,19 persen), dan dosis tiga atau penguat tervaksin 42.894 orang.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengajak masyarakat yang belum vaksin agar mengikuti vaksinasi, karena dengan vaksinasi dapat menjadi perisai diri dari COVID-19, dan agar masyarakat selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
"Mari bersama kita putus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas," katanya.
Baca Juga: Masih Berada di Level Madya, Pemkab Bantul Target Naik Level ke Nindya Kabupaten Layak Anak
Berita Terkait
-
PPKM Level 3 Berimbas Pada Penurunan Jumlah Wisatawan ke Bantul, Sejumlah Biro Perjalanan Batalkan Kunjungan
-
Naik dari Hari Sebelumnya, Kasus Sembuh dari Covid-19 di Bantul Tambah 105 Orang
-
436 Kasus Baru dalam Sehari, 2.729 Orang di Bantul Positif Covid-19
-
Kasus Covid-19 di Bantul Melonjak, Ratusan Kalurahan Belum Punya Program Jaga Warga
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026
-
Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
-
Pameran Tunggal Ibob Hariyatmoko Mewarnai Ruang di Rooftop PORTA by Ambarrukmo
-
Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu