SuaraJogja.id - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop, UKM, dan Perindag) Kabupaten Bantul melaksanakan pemantauan ketersediaan minyak goreng di pasar-pasar tradisional. Dari hasil pemantauan ditemukan kelangkaan minyak goreng.
"Kami kemarin melakukan pemantauan ke pasar-pasar tradisional, memang ditemukan kelangkaan minyak goreng di pedagang," ungkap Kepala Dinkop UKM Perindag Bantul Agus Sulistiyana, Selasa (22/2/2022).
Tak hanya itu, bahkan kelangkaan minyak goreng juga di tingkat distributor. Atas temuan tersebut, jajarannya telah berkomunikasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY.
"Kekosongan minyak goreng juga terjadi di distributor di Bantul. Oleh karena itu, hasil pemantauan kami laporkan ke Disperindag DIY lalu diteruskan ke pusat," katanya.
"Distributor minyak goreng di Bantul saat ini kosong. Kemarin saya cek di sebelah barat Pasar Bantul dan alfamidi kosong, barangnya tidak ada," ujarnya.
Agus berharap agar laporan itu segera ditindaklanjuti.
"Harapan kami ada tindak lanjutnya atas laporan itu," katanya.
Ia menyatakan, jika dalam waktu dekat ini, pemerintah pusat akan mengucurkan kembali minyak goreng ke daerah-daerah. Namun, penyalurannya melalui Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
"Tapi jadwalnya kami belum tahu kapan (distribusi minyak goreng dari pusat), terakhir tanggal 16 Februari kemarin. DIY mendapat sekitar 16.000 ton liter minyak goreng," terangnya.
Baca Juga: Targetkan Jadi Kabupaten Layak Anak, Disdikpora Bantul Deklarasikan Sekolah Ramah Anak
Mengenai masih tingginya harga minyak goreng di pasar tradisional, menurutnya, itu karena sebagian pedagang masih mempunyai stok lama. Apabila stok lama sudah habis maka harus menjual stok baru seharga Rp14.000 per liter.
"Sekarang ini harganya masih bervariasi karena pedagang memiliki dagangan stok lama. Nanti ketika stok lama sudah habis, lalu memakai stok baru dan harganya sesuai yang telah ditetapkan pemerintah Rp14.000 per liter," papar dia.
Kelangkaan minyak goreng, sambung Agus, menjadi persoalan nasional, tidak hanya di Bumi Projotamansari. Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying terhadap minyak goreng.
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak panic buying karena ini sangat mempengaruhi ketika mereka membeli (minyak goreng) di luar batas kewajaran," katanya.
Berita Terkait
-
Alhamdulillah! Stok Minyak Goreng untuk Pontianak akan Segera Datang
-
Emak-emak Rugi Ratusan Juta Rupiah, Tertipu Paket Sembako Minyak Goreng Murah
-
Catat! Ini Lokasi dan Tanggal Operasi Minyak Goreng Bersubsidi di Kota Bekasi
-
Persediaan Minyak Goreng di Pontianak Masih Terbatas, Namun Warga Diminta Jangan Panik
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
10 Persen Jalan di DIY Rusak Parah Jelang Lebaran, Polisi Ungkap Titik Paling Berbahaya!
-
Jadwal Imsakiyah di Jogja pada 27 Februari 2026, Lengkap dengan Waktu Salat
-
BRI Raup Laba Rp57,132 Triliun, Perkuat Peran Dukung Program Prioritas Pemerintah
-
DIY Darurat Kekerasan Seksual di Sekolah: DPRD Usul Perda Komprehensif, Lindungi Siswa dan Guru!
-
Jadwal Lengkap Waktu Buka Puasa atau Azan Magrib di Jogja Hari Ini 26 Februari 2026