"Kalau ini jelas-jelas Keraton yang turun langsung dengan memasang pagar itu. Tetapi apa iya itu keraton? Saya kira itu hanya oknum saja,"tandasnya.
Wakil Penghageng II Tepas Panitikismo, KRT Suryo Satrianto menuturkan sebelum memasang pagar tersebut, pihaknya sudah memasang papan peringatan sebelumnya. Pihaknya sudah melakukan beberapa kali sosialisasi untuk perubahan fungsi lahan Sultan Ground tersebut tidak diperkenankan.
"Namun faktanya bukit ini dimanfaatkan tanpa ijin. Sudah kami peringatkan namun masih berlangsung. Sehingga kami menindak secara tegas terhadap pelanggaran ini , sementara kita tutup terlebih dahulu,"tutur dia.
Menurutnya, dari kasultanan sebenarnya sudah ada rencana dan konsep terkait pembangunan Bukit Gunungkulon atau Bukit Sanglen Wetan ini. Dan konsep penataan tersebut tentunya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
Ia menakui nemang saat ini pihaknya sedang penataan lahan dan dilakukan secara bertahap di seluruh tanah SG Yogyakarta. Tidak hanya di Watukodok tetapi di semua wilayah DIY yang ada SGnya.
Kontributor : Julianto
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Soroti UU Konservasi dan RUU Masyarakat Adat, Forum PCS 2026 Digelar di UGM
-
Konservasi Indonesia Dinilai Masih Negara-Sentris, PCS 2026 Dorong Perubahan Paradigma
-
Difabel Harus Kesulitan Masuk Malioboro, Pemda Bongkar Desain Regol Ayom
-
PTN Borong Kuota Maba, Kampus Swasta Pilih Tampung Anak Korban Bencana Lewat Sego Berkat
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Catat Laba Rp31,2 Triliun hingga Semester I 2026