"Kalau ini jelas-jelas Keraton yang turun langsung dengan memasang pagar itu. Tetapi apa iya itu keraton? Saya kira itu hanya oknum saja,"tandasnya.
Wakil Penghageng II Tepas Panitikismo, KRT Suryo Satrianto menuturkan sebelum memasang pagar tersebut, pihaknya sudah memasang papan peringatan sebelumnya. Pihaknya sudah melakukan beberapa kali sosialisasi untuk perubahan fungsi lahan Sultan Ground tersebut tidak diperkenankan.
"Namun faktanya bukit ini dimanfaatkan tanpa ijin. Sudah kami peringatkan namun masih berlangsung. Sehingga kami menindak secara tegas terhadap pelanggaran ini , sementara kita tutup terlebih dahulu,"tutur dia.
Menurutnya, dari kasultanan sebenarnya sudah ada rencana dan konsep terkait pembangunan Bukit Gunungkulon atau Bukit Sanglen Wetan ini. Dan konsep penataan tersebut tentunya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
Ia menakui nemang saat ini pihaknya sedang penataan lahan dan dilakukan secara bertahap di seluruh tanah SG Yogyakarta. Tidak hanya di Watukodok tetapi di semua wilayah DIY yang ada SGnya.
Kontributor : Julianto
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat