SuaraJogja.id - Pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Wawan Masudi menyebut bahwa wacana penundaan pemilu dilontarkan hanya untuk coba-coba saja. Di samping juga ada dugaan upaya untuk memperpanjang kekuasaan.
"Ya orang coba-coba aja sih kalau menurut saya sih. Siapa tau berhasil. Sehingga kalau tanpa pemilu kan atau pemilu ditunda kan mereka akan memperlama posisi mereka di lembaga-lembaga yang ada sekarang. Mereka masih bisa berkuasa lebih lama dan lain sebagainya, kayak gitu," kata Wawan saat dihubungi awak media, Selasa (1/3/2022).
Menurutnya, memang ada maksud dan tujuan tertentu ketika wacana penundaan pemilu itu kembali digulirkan. Salah satunya untuk mempertahankan jabatannya lebih lama tanpa legitimasi dari rakyat.
"Jadi ya orang coba-coba aja, ingin terus melanjutkan kekuasaannya tanpa harus bersusah payah membangun legitimasi dari rakyat gitu," ungkapnya.
Wawan mengakui tidak tahu secara persis motivasi sejumlah partai politik (parpol) ketika menggulirkan lagi wacana penundaan pemilu tersebut. Namun satu yang seharusnya dijaga pada saat ini adalah perkembangan demokrasi itu sendiri.
Khususnya untuk membangun sebuah sistem politik yang lebih baik. Serta pemerintahan yang akuntabel dengan memiliki pondasi legitimasi dari rakyat secara penuh.
"Ya pilihannya mari kita ikuti dan mari kita taati konstitusi kita juga kan bahwa pemilu diselenggarakan secara rutin tiap lima tahun dan itu kan masa yang wajar ya untuk menyiapkan ini itu dan sebagainya," tuturnya.
Parpol pun sudah seharusnya lebih berfokus untuk mempersiapkan pesta demokrasi tersebut. Bukan justru berkutat pada wacana penundaan.
"Artinya ya partai politik yang mempersiapkan ke situ, jangan-jangan mereka enggak mau mikir untuk menyiapkan kadernya, menyiapkan program lalu menggunakan itu, pendapat-pendapat yang seperti itu," ungkapnya.
Baca Juga: Wacana Pemilu 2024 Ditunda, Elit Politik di Sumsel Cenderung Pilih Wait And See
"Nah oleh sebab itu lebih baik energi-energi yang tidak perlu seperti masa transisi demokrasi itu digeser saja untuk menyiapkan pemilu agar lebih baik. Partai-partai mulai meyakinkan kepada masyarakat bahwa mereka memang berkomitmen untuk mengembangkan sesuatu secara lebih baik," pungkasnya.
Sebelumnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan usulan adanya penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024. Usulan itu diungkapkan langsung oleh Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Cak Imin mengatakan bahwa idenya itu disampaikan karena tidak ingin ada yang mengganggu terhadap pertumbuhan ekonomi saat ini, termasuk penyelenggaraan pemilu.
"Itu ide saya untuk bagaimana agar momentum pertumbuhan ekonomi yang membaik ini tidak terganggu oleh pemilu. Semua tergantung presiden dan pemimpin partai-partai," kata Cak Imin.
Selain Cak Imin, sejumlah parpol lain juga sudah menyatakan setuju pemilu ditunda. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, misalnya yang memastikan partainya akan setuju apabila jadwal Pemilihan Umum 2024 dipertimbangkan untuk diundur.
"PAN setuju bahwa pemilu perlu dipertimbangkan untuk diundur," kata Zulkifli.
Berita Terkait
-
Wacana Pemilu 2024 Ditunda, Elit Politik di Sumsel Cenderung Pilih Wait And See
-
Partai Nasdem Tegas Tolak Penundaan Pemilu 2024, Begini Pernyataan Sang Ketua Umum
-
Tak Ada Proses Politik, Gerindra Pilih tak Tanggapi Wacana Penundaan Pemilu 2024
-
Sebut Penundaan Pemilu 2024 Cuma Sebatas Usulan, Cak Imin: Penentunya Pak Presiden
-
Ketua DPP PPP Akui Amandemen Konstitusi Bisa saja Terjadi, Tapi Terkesan Dipaksakan jika Hanya untuk Menunda Pemilu
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Peringatan Dini BMKG: Akhir Pekan di Jogja Berpotensi Hujan Badai Petir dan Angin Kencang
-
Wajib Coba! 7 Kuliner Legendaris Jogja Paling Dicari Wisatawan, Lengkap Pagi hingga Malam
-
BBRI Masih Menarik di Tengah Tekanan Saham Bank, Fundamental Kuat Jadi Andalan
-
UMP Jogja Masih Rendah, Buruh Lelah Suarakan Kenaikan Upah dan Kesejahteraan saat May Day
-
Sahid Tour Siap Berangkatkan 492 Jamaah Haji, Beri Bekal Lewat Program Manasik 3 Hari