SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menginstruksikan semua rumah sakit untuk melakukan konversi tempat tidur sebagai ruang isolasi perawatan pasien COVID-19 menyusul kenaikan kasus positif akibat varian Omicron.
"Kasus COVID-19 naik, rumah sakit sudah kami instruksikan untuk melakukan konversi, konversi yang kita gunakan itu identik dengan konversi pada saat puncak Delta," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Rahardjo seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/2/2022).
Dia mengatakan, bagi rumah sakit swasta agar melakukan konversi atau menyediakan minimal 20 persen dari kapasitas tempat tidur untuk penanganan COVID-19, sementara bagi rumah sakit pemerintah sebanyak 30 persen dari jumlah tempat tidur.
"Cuma beberapa rumah sakit swasta justru melampaui juga, seperti RS PKU Muhammadiyah di atas 30 persen, RSUD Panembahan Senopati juga di atas 40 persen, jadi intinya kita menjaga BOR (bed occupancy rate) kita supaya aman," katanya.
Apalagi, kata dia, BOR atau prosentase pemakaian tempat tidur pada rumah sakit daerah ini per 1 Maret 2022 mencapai 61 persen menyusul kenaikan kasus konfirmasi COVID-19 dalam sebulan terakhir yang berdampak pada kebutuhan ruang isolasi.
"Jadi indikator utama dari kasus periode ini adalah BOR rumah sakit, artinya bahwa masyarakat yang membutuhkan layanan rumah sakit rujukan itu bisa terfasilitasi sesuai dengan tempat tidur yang ada," katanya.
Dengan demikian, kata dia harapannya dengan konversi tempat tidur di rumah sakit itu membuat ketersediaan ruang isolasi tetap aman, dalam arti rujukan selalu cukup untuk merawat mereka.
"Makanya kita juga selalu 'back up' untuk konversi bilamana BOR itu naik. Dan BOR intensif kita sudah 33,33 persen, saya pikir memberikan kita agak nyaman, karena masih ada space cukup, tidak semua parah, tidak banyak yang parah, meskipun memang cukup tinggi," katanya.
Data Satgas COVID-19 Bantul per Rabu (2/3) menunjukkan total kasus COVID-19 Bantul terakumulasi 67.366 orang, dengan angka sembuh 58.722 orang, kemudian kasus meninggal totalnya 1.611 orang, sehingga kasus aktif atau yang isolasi berjumlah 7.033 orang.
Baca Juga: Ratusan Nakes di Bantul Positif Covid-19, Layanan Kesehatan Tatap Muka Dikurangi
Berita Terkait
-
Tembus Jumlah Kasus Harian Tertinggi, di Sanggau Tercatat 124 Orang Terkonfirmasi Covid-19
-
Infeksi Covid-19 Bikin Kemampuan Sistem Imun Lebih Lemah Saat Lawan Penyakit Lain, Ahli Ungkap Bahayanya
-
Hits Health: Banyak Pasien Dirawat yang Sudah Vaksinasi Covid-19, Bayi dengan Sindrom Rambut Tak Dapat Disisir
-
Update Covid-19 Global: Korea Selatan Alami Rekor Kasus Positif Hingga 200 Ribu Sehari
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja