SuaraJogja.id - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mendesak Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Ida Fauziah untuk membatalkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT). Pembatalan harus dilakukan tanpa perlu revisi.
"Kita minta besok [jumat] agar permenaker tentang JHT dibatalkan atau dicabut, tidak perlu menunggu revisi hingga diterapkan 4 mei [2022]. Aturan ini kan sebenarnya bisa dicabut tiga menit, tidak usah menunggu kapan. Ini kan sudah hampir dua minggu setelah aturan tersebut digulirkan," ungkap Ketua Umum DPP KSPSI, Jumhur Hidayat di Yogyakarta, Kamis (03/03/2022).
Menurut Jumhur, bila melihat kebiasaan pejabat negara membuat regulasi tanpa knowledge based policy atau mengundang stakeholder untuk berdiskusi sebelum aturan disahkan, JHT bisa saja dibuat tanpa dasar. Mengklaim aturan dibuat dengan Lembagaja Kerja sama (LKS) Tripartit, tidak ada stakeholder yang dilibatkan dalam pembuatan JHT.
Kebiasaan tersebut seharusnya tidak dilakukan pejabat negara. Sebab akan berdampak luar biasa bagi rakyat Indonesia, termasuk masa depan pekerja dan buruh di Indonesia.
"[JHT] ini satu bukti, tidak tahu [menaker] mimpi apa, sambil ngopi atau apa, atau dapat wangsit dengan mengatasnamakan tripartit tanpa mengundang stakeholder. Kelakuan ini tidak boleh terjadi, tidak hanya pada menaker tapi juga pejabat tinggi lainnya. Mudah-mudahan statement [aturan JHT] tidak berdasar wangsit," ungkapnya.
Jumhur menambahkan, pembatalan aturan JHT seharusnya dilakukan segera tanpa harus menunggu revisi. Apalagi ada desakan dari banyak pihak untuk mencabut permenaker tersebut.
Menaker harus mengembalikan aturan lama JHT melalui Permenaker Nomor 19 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat JHT. Dengan demikian aturan usia 56 untuk pencairan manfaat JHT tidak jadi diberlakukan.
KSPSI khawatir bila permenaker yang baru tetap dilaksanakan maka, Menaker akan menggunakan skema Omnibus Law UU Cipta Kerja dalam penerapan kebijakan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Padahal aturan tersebut juga belum teruji.
"Harusnya dipermudah untuk pencairan JHT bukannya dipersulit. Kalau dulu satu bulan, seharusnya bisa lebih cepat jadi dua minggu selesai, atau seminggu selesai. Tolong jangan lagi [menaker] bermain api dengan nasib rakyat," ungkapnya.
Baca Juga: Kamis Pekan Ini, Buruh KSPSI Bakal Gugat Aturan JHT ke PTUN Jakarta
Sementara Sekjen KSPSI, Aris Minardi mengungkapkan Permenaker JHT yang baru disebut merupakan aturan yang konyol. Apalagi hingga saat ini belum ada diskusi dengan Menaker mesti aturan tersebut akhirnya direvisi.
"Kita belum ketemu bu menaker, tapi sudah ada pengajuan," ujarnya.
Sebelumnya Menaker yang mengeluarkan Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat JHT akhirnya merevisi aturan tersebut. Menaker menyatakan siap melakukan dialog dengan para buruh dan serikat pekerja, asosiasi pengusaha serta para pakar.
Selama tiga bulan kedepan review JHT dilakukan. Sebelum aturan tersebut dilaksanakan, Menaker mempersilahkan untuk memilih menggunakan aturan baru atau masih memanfaatkan Permenaker Nomor 19 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat JHT.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Menteri Ida Fauziyah Batalkan Aturan JHT Cair di Usia 56 Tahun
-
Aturan JHT Cair di Usia 56 Batal Diterapkan, DPR: Bagus, Memang Harus Dicabut
-
Balik ke Aturan Lama, Kebijakan JHT Hanya Boleh Cair di Usia 56 Tahun Batal
-
Syarat dan Cara Lengkap Klaim JHT Jamsostek Online dan Offline Tanpa Tunggu 56 Tahun
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
Tempat Hiburan di Jogja Ludes Terbakar, Owner Soroti Pemadaman Listrik Berulang
-
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
-
Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning