SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Yogyakarta menyebut tingkat kunjungan wisatawan ada Januari 2022 lalu mencapai lebih kurang 780 ribu orang. Jumlah itu termasuk tinggi meski kondisi Covid-19 belum hilang di Kota Jogja.
Kepala Dinpar Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko menjelaskan, penghitungan kunjungan wisatawan itu tercatat dari okupansi atau keterisian hotel dan juga kunjungan wisatawan ke destinasi wisata.
"Jadi jika dilihat dari dua aspek itu, memang okupansi hotel sekitar 670 ribuan orang. Nah tempat wisata mencapai lebih kurang 100 ribu lebih yang didatangi wisatawan, itu Januari ya, memang agak surprise ini," ujar Wahyu dihubungi wartawan, Kamis (3/3/2022).
Wahyu tak menampik angka kunjungan tersebut tidak disangka sebelumnya. Mengingat Januari tahun 2021 tidak sebanyak itu. Dampaknya menjadi lebih baik terutama dengan perputaran ekonomi di sektor destinasi wisata.
"Okupansi hotel setelah kita tanya memang tinggi, ada 70, 80 persen, bahkan di ring 1 (kawasan Malioboro) sampai 100 persen (penuh). Sebenarnya geliat ekonomi di Jogja sendiri sudah lebih baik," terang dia.
Wahyu mengatakan, saat ini tinggal menyiapkan upaya pencegahan naiknya angka Covid-19 agar tidak melonjak tajam.
"Kemarin kan sempat 4.000 sekian ya kasus aktifnya. Sekarang sudah turun ke 3.800-an. Harapannya ini bisa turun terus," katanya.
Penghitungan tingkat kunjungan wisatawan pada tahun ini dibuat berbeda dari tahun sebelumnya. Dinpar merekap kunjungan wisatawan tiap bulannya untuk menentukan strategi promosi wisata ke depannya.
"Kita kerjasama dengan pihak ketika sebelumnya kan perekapan satu tahun. Kalau seperti itu kita tidak bisa bekerja, kita minta jumlah kunjungan wisatawan, durasi tinggal dan juga spending wisatawan (tingkat belanja) kita minta perbulannya ada laporan," ujar dia.
Baca Juga: Pengelola Skuter Listrik di Malioboro Bakal Diberi Sanksi Tegas jika Langgar Dua Aturan Ini
Hal itu juga untuk mendorong program Dinpar dalam mengembangkan desa atau kampung wisata di Kota Pelajar.
"Tiga aspek itu nanti kita terima sehingga dalam mendongkrak geliat ekonomi di tiap destinasi wisata termasuk kampung wisata ini lebih tepat sasaran. Karena kita harus memperbarui strategi setiap waktunya. Ibarat bioskop, jika hanya memutar satu film saja, ya tidak ada yang datang," jelas Wahyu.
Berita Terkait
-
Pengelola Skuter Listrik di Malioboro Bakal Diberi Sanksi Tegas jika Langgar Dua Aturan Ini
-
Berikan Workshop, Pemkot Jogja Dorong 30 Kampung Wisata Gerak Mandiri Kelola Ekonomi
-
Januari 2022, Jumlah Wisman yang Datang Capai 143 Ribu Orang, Didominasi Turis Asal Timor Leste
-
Dispar Bantul Pesimistis Kunjungan Wisata akan Meningkat Saat Lebaran Besok
-
Libur Panjang Akhir Pekan, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Bantul Naik 25 Persen
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen Jangkau 80 Persen Desa Indonesia
-
Tokoh Yogyakarta Silaturahmi dengan Amir Nasional Muslim Ahmadiyah Indonesia
-
Holding UMi Jadi Bukti Komitmen BRI Bangun Ekonomi Rakyat yang Terintegrasi
-
Lewat Musik di Album Terbaru, Grego Julius Dekatkan Umat pada Bunda Maria
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal