SuaraJogja.id - Pemkot Yogyakarta tak segan memberi sanksi tegas terhadap pengelola jasa skuter listrik di Malioboro ketika melakukan dua pelanggaran. Pertama membiarkan pengguna mengebut di lorong Malioboro dan kedua, memanipulasi nomor lambung skuter yang telah dibatasi.
"Kadang-kadang saya melihat saat malam hari, pengguna itu sewa skuter terus kebut-kebutan. Itu yang kami beri sanksi pengelolanya, tidak hanya penggunanya," terang Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti kepada wartawan, Kamis (3/3/2022).
Haryadi melanjutkan, pengelola jangan hanya menyewakan skuter tapi tak memonitor penggunaannya, sehingga bisa menegur pengguna ketika berbuat salah.
"Mereka kan diberikan akses untuk persewaan. Jangan hanya duduk terima uang, lalu penggunanya dibiarkan. Harus ikut monitor," kata dia.
Selain itu, masing-masing pengelola sudah diminta untuk membuat nomor lambung pada skuter listrik. Pemkot hanya membatasi sebanyak 200 unit yang diizinkan beroperasi di Malioboro.
Maka dari itu, pengelola dilarang memanipulasi angka tersebut agar jumlah skuter listrik yang disewakan lebih banyak.
"Harus ada nomor lambung, 1-200. Itu harus dikoordinasikan dengan tiap pengelola skuter. Tapi jangan ada yang membuat nomor lambung yang dobel, misal nomor 26 ada empat unit degan nomor sama, itu juga kami sanksi, karena memanfaatkan kelonggaran yang kami berikan," katanya.
Pembatasan itu sebagai upaya untuk mengatur jumlah skuter listrik agar tak mengganggu pejalan kaki.
"Jadi harus memonitor (pengelola skuter) kalau tidak, bisa kami stop," kata Haryadi.
Ia menegaskan kepada pengguna agar tidak mengoperasikan skuter di lorong-lorong bekas PKL berjualan.
"Kan ada [jalur] pedestrian kan, jangan di lorong apalagi sampai kebut-kebutan karena kosong. Saya tegaskan juga di jalan raya tidak boleh, karena itu berbahaya. Siapa nanti yang tanggungjawab," katanya.
Ia mengingatkan di tengah kondisi Covid-19 saat ini pengguna juga harus mematuhi prokes. Haryadi tak menampik adanya skuter listrik juga menambah minat masyarakat berlibur ke Jogja.
Berita Terkait
-
Jumlah Skuter di Malioboro Dibatasi 200 Unit Saja, Pemkot Tak Segan Jatuhi Sanksi Bila Ada yang Manipulasi
-
Berikan Workshop, Pemkot Jogja Dorong 30 Kampung Wisata Gerak Mandiri Kelola Ekonomi
-
Pascarelokasi PKL Malioboro, Penumpang KRL ke Jogja Turun Drastis
-
Kawasan Malioboro Bakal Disulap Menjadi Galeri Seni dan Budaya Terpanjang di Indonesia
-
Evaluasi Libur Panjang di Malioboro, Satpol PP Masih Temukan Wisatawan Tak Disiplin Prokes
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul