SuaraJogja.id - Kerusakan skin barrier atau bagian terluar kulit bisa terjadi dengan tanda-tanda seperti jerawat tak kunjung sembuh hingga perubahan tipe kulit secara tiba-tiba.
Skin barrier berfungsi sebagai pelindung kulit terluar yang membuatnya tetap sehat.
Aesthetic doctor, dr Abelina, MM, MARS (MHA) mengatakan, pemilik kulit berminyak biasanya mengalami masalah ini, ditandai perubahan kulit menjadi kering dan berjerawat padahal tidak ada faktor yang mempengaruhi. Masalah ini biasanya muncul saat kerusakan sudah berat karena tahap awal rusaknya skin barrier tak memunculkan gejala apapun.
"Skin barrier rusak kalau misalnya mild tidak ada gejala. Orang tidak sadar tiba-tiba kulitnya jadi sensitif dan berjerawat tidak sembuh-sembuh, kemerahan," ujar dia dalam konferensi pers Trueve yang berlangsung secara daring, Jumat.
Lebih lanjut, menurut Abel, tanda lainnya adanya kerusakan skin barrier yakni pemakaian skincare yang tak berefek apa pun pada kulit atau kulit sudah kebal dengan perawatan kulit yang Anda lakukan.
Rusaknya skin barrier umumnya akibat berbagai penyebab, antara lain terlalu banyak melakukan eksfoliasi atau mengikis sel-sel kulit mati pada lapisan terluar kulit dan paparan sinar matahari.
"Ini disebabkan banyak hal. Salah satunya fenomena maraknya skincare. Orang jadi sering over-exfoliate, terlalu banyak peeling. Orang tidak sadar tiba-tiba kulitnya jadi sensitif dan berjerawat tidak sembuh-sembuh, kemerahan," tutur Abelina.
Di sisi lain, perubahan perilaku, semisal di masa pandemi COVID-19, yang memicu Anda mandi lebih sering, dan menggunakan air panas juga bisa menyebabkan rusaknya skin barrier, mengakibatkan kulit dehidrasi, infeksi berkepanjangan, dan munculnya masalah kulit baru, yakni kulit kering tetapi berjerawat, yang sebenarnya kulit berminyak dan berjerawat, tetapi skin barrier-nya rusak.
"Hal pertama terjadi ketika skin barrier rusak yakni, kulit cenderung dehidrasi. Dehidrasi itu hasil rusaknya skin barrier. Bukan kulit dehidrasi lalu skin barrier rusak. Itu sudah parah banget artinya kalau sudah dehidrasi," kata Abelina.
Baca Juga: 5 Tips Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak, Agar Kulit Kembali Normal
Untuk memperbaikinya, sebaiknya hentikan semua hal yang merusak skin, semisal eksfoliasi berlebihan, paparan air panas ke wajah (cukup air hangat), kemudian aplikasikan tabir surya jika sebelumnya Anda cenderung jarang menggunakannya.
Selain itu, sebaiknya gunakan skincare yang memperbaiki skin barrier.
"Niacinemaide. Kalau yang masih mild bisa pakai vitamin C, hanya kalau lagi parah pilih yang niacinamide, ceramide," demikian saran Abelina. [ANTARA]
Berita Terkait
-
5 Tips Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak, Agar Kulit Kembali Normal
-
Catat! Top 5 Rekomendasi Produk Sunscreen untuk Kulit yang Berjerawat
-
Apa Itu Microdosing Skincare yang Semakin Diminati Beauty Enthusiast? Ini Manfaatnya untuk Perawatan Kulit
-
Kenali Tanda Skin Barrier Kulit Bermasalah dan Ketahui Cara Mengatasinya
-
3 Bahan dalam Skincare yang Efektif Atasi Masalah Skin Barrier Rusak
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Tanpa Kembang Api, Ribuan Orang Rayakan Tahun Baru dengan Doa Bersama di Candi Prambanan
-
Gudeg Tiga Porsi Seharga Rp85 Ribu di Malioboro Viral, Ini Kata Pemkot Jogja
-
Pariwisata Melonjak saat Nataru, Sosiolog UGM Ungkap Risiko Tersembunyi di Balik Ramainya Yogyakarta
-
Kisah Mahasiswa Yogyakarta: Ubah Hambatan Kerja Paruh Waktu Jadi Peluang Karier
-
Bantul Siaga! Puncak Musim Hujan 2026 Ancam Bencana Cuaca Ekstrem