SuaraJogja.id - Pascaperistiwa serangan di situs pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina, Kementerian Pertahanan Rusia justru menyalahkan penyabot Ukraina, Jumat (4/3/2022).
Kemenhan Rusia menyebut peristiwa itu sebagai provokasi mengerikan.
Menurut Ukraina, pasukan Rusia menyerang pembangkit itu pada Jumat dini hari serta membakar fasilitas pelatihan lima lantai yang berdekatan.
Insiden itu memicu kecaman internasional terhadap Rusia, seminggu setelah negara itu meluncurkan serangan ke Ukraina.
Juru bicara Kemenhan Rusia mengatakan, pembangkit nuklir itu beroperasi normal dan area itu sudah berada di bawah kendali Rusia sejak 28 Februari 2022.
“Namun, tadi malam di wilayah dekat pembangkit listrik, sebuah upaya dilakukan oleh rezim nasionalis Ukraina untuk melakukan provokasi mengerikan,” kata jubir Igor Konashenkov sebagaimana dikutip.
Dia mengatakan, patroli penjaga nasional Rusia diserang oleh kelompok sabotase Ukraina di wilayah yang berdekatan dengan pembangkit itu. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Duh! Dianggap Menyebarkan Berita Palsu, Rusia Batasi Akses Situs BBC dan Radio Liberty
-
Mengenal PLTN Zaporizhzhia Ukraina, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terbesar di Eropa yang Diserang Rusia
-
Harga Minyak Dunia Rebound Dipicu Kekhawatiran Ekspor Rusia dan Potensi Bencana Nuklir Ukraina
-
Terdampak Invasi Rusia, Warga Ukraina Diberi Brasil Visa Sementara dan Izin Tinggal
-
Pertempuran Pecah di PLTN Zaporizhzhia, AS Sebut Reaktor Nuklir di Ukraina Sedang Dimatikan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
PTN Masih Ngeyel Buka Jalur Mandiri, PTS di Jogja Terancam Tutup Prodi
-
BRI Umumkan Buyback Saham Hingga Rp500 Miliar Sesuai Ketentuan OJK
-
Kemarau Panjang Mengintai, Penyakit dari Flu, Iritasi Mata hingga Dehidrasi Ancam Warga Bantul
-
8 Orang Diperiksa dalam Kasus Dugaan Malapraktik, Dua Dokter RSUD Prambanan Dimintai Keterangan
-
Shafiyah Journey & Expo 2026 Bakal Hadir di Jogja: Jadi Ruang Terpadu Gaya Hidup Islami