SuaraJogja.id - Aktris Mila Kunis menunjukkan dukungan untuk tanah kelahirannya, Ukraina. Bersama aktor Ashton Kutcher sang suami, ia membantu para korban terdampak invasi Rusia ke Ukraina.
Melalui Instagram, perempuan 38 tahun itu, Kamis (3/3/2022) merekam video bersama suaminya. Keduanya buka suara terkait situasi yang terjadi di Ukraina dan bantuan yang mereka berikan bagi warga yang melarikan diri dari konflik yang membuat suasana di Ukraina makin sulit.
Mila mengaku bangga menjadi orang Amerika setelah pindah ke AS saat masih kecil, tetapi ia "tidak pernah lebih bangga menjadi orang Ukraina."
"Dan saya tidak pernah lebih bangga menikah dengan seorang Ukraina," timpal Ashton.
"Peristiwa yang terjadi di Ukraina sangat menghancurkan. Tidak ada tempat di dunia ini yang pantas menjadi lokasi serangan tidak adil semacam ini terhadap kemanusiaan," lanjut Mila.
Mila dan Ashton kemudian mengungkapkan tindakan yang mereka ambil untuk mendukung pengungsi perang, yang juga mereka gambarkan dalam keteranagn video, yang berbunyi, "Tak hanya menyaksikan keberanian Ukraina, kami juga menjadi saksi atas tak terbayangkannya beban yang dipikul oleh mereka yang telah memilih keselamatan."
“Melalui GoFundMe, penggalangan dana ini akan memberikan dampak langsung pada pengungsi dan upaya bantuan kemanusiaan. Dana tersebut akan menguntungkan Flexport.org dan Airbnb.org, dua organisasi yang secara aktif di lapangan memberikan bantuan langsung kepada mereka yang paling membutuhkannya,” lanjut mereka.
"Flexport.org mengatur pengiriman pasokan bantuan ke lokasi-lokasi pengungsi di Polandia, Rumania, Hongaria, Slovakia, dan Moldova. Airbnb.org menyediakan perumahan jangka pendek gratis bagi para pengungsi yang melarikan diri dari Ukraina. Berdiri bersama Ukraina berarti mendukung Ukraina."
"Ashton dan saya telah memutuskan untuk mengumpulkan sumbangan mencapai $3 juta ke Airbnb.org dan Flexport.org melalui GoFundMe.org dalam upaya untuk mengumpulkan $30 juta," kata Mila dalam video tersebut.
Baca Juga: Agar Kembali Damai, Gus Baha Serukan Rusia dan Ukraina Saling Menyerang, Ini Maksudnya
Pada Kamis sore, dilansir People, dalam GoFundMe Mila dan Ashton, telah terkumpul uang lebih dari $2.600.000.
"Hari ini, saya bangga menjadi orang Ukraina. Ketika keluarga saya datang ke Amerika Serikat pada tahun 1991, saya lahir di Chernivtsi, Ukraina pada tahun 1983," tulis Mila dalam deskripsi halaman kampanye GoFundMe.
"Masyarakat Ukraina adalah orang-orang yang bangga dan berani yang pantas mendapatkan bantuan kami di saat mereka membutuhkan."
Diketahui, serangan Rusia ke Ukraina berlanjut setelah pasukan mereka melancarkan invasi besar-besaran pada 24 Februari. Invasi Rusia ke Ukraina ini menjadi konflik darat besar pertama di Eropa setelah berpuluh-puluh tahun.
Ratusan warga sipil telah dilaporkan tewas dan terluka, termasuk anak-anak. Lebih dari satu juta orang Ukraina juga melarikan diri, kata PBB.
Berita Terkait
-
Agar Kembali Damai, Gus Baha Serukan Rusia dan Ukraina Saling Menyerang, Ini Maksudnya
-
Serang Pembangkit Nuklir, Rusia Salahkan Ukraina
-
Duh! Dianggap Menyebarkan Berita Palsu, Rusia Batasi Akses Situs BBC dan Radio Liberty
-
Terdampak Invasi Rusia, Warga Ukraina Diberi Brasil Visa Sementara dan Izin Tinggal
-
Tolak Perang, Festival Film Toronto Coret Delegasi Resmi Rusia
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
BRI Perluas QRIS Cross Border BRImo ke China, Transaksi Makin Praktis
-
Rekonstruksi 23 Adegan Kasus Little Aresha, Ketua Yayasan Diduga Beri Instruksi ke Pengasuh
-
Polisi Rekonstruksi Kasus Little Aresha, Orang Tua Minta 13 Tersangka Dihukum Berat
-
Tekanan Ekonomi Meningkat, Pemkot Yogyakarta Didorong Luncurkan KUR Daerah Bunga Hingga Nol Persen
-
Duh! Gara-gara Nilai Rupiah Anjlok, Target Pembangunan Infrastruktur DIY Terancam Meleset