SuaraJogja.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan telah menemukan 10 distributor yang melakukan praktik tying atau pembelian bersyarat dalam produk minyak goreng.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto mengatakan bahwa 10 distributor yang kedapatan menjalankan praktik tying minyak goreng itu sudah dipanggil ke kantor.
"Ada 10 distributor yang melakukan itu (praktik tying) sudah kami panggil, sudah kami peringatkan. Jadi harapan ke depan sudah tidak ada lagi praktik-praktik tersebut," kata Yanto kepada awak media, Selasa (15/3/2022).
Walaupun memang sejauh ini pihaknya masih melakukan pendekatan persuasif untuk temuan tersebut. Sehingga 10 distributor tadi sementara ini masih diberi peringatan saja.
"Iya kita persuasif, kita berikan peringatan jangan sampai lagi melakukan kegiatan itu," ucapnya.
Disampaikan Yanto, jika memang nantinya para distributor itu kedapatan melakukan tindakan serupa. Maka penindakan akan berbeda dan akan melibatkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam penanganannya.
Ia menjelaskan, aturan terkait praktik tying sendiri dimuat dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang persaingan usaha. Di sana diketahui bahwa praktek tying sama seperti halnya upaya monopoli pasar.
Sesuai Pasal 15 ayat (2), UU No. 5/1999 dijelaskan, para pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pihak lain dengan persyaratan bahwa pihak yang menerima barang dan atau jasa tertentu harus bersedia membeli barang dan atau jasa dari pelaku usaha pemasok.
"Jadi itu undang-undang nomor 5 tahun 1999 diatur dalam pasal 15 dan sanksinya di pasal 48. Itu nanti KPPU yang melaksanakan persidangannya. Kalau lagi ditemukan ya tindakannya lain. Ya sesuai dengan KPPU itu kalau memang nakal, kalau penimbunan ya juga sesuai aturannya," tuturnya.
Baca Juga: Ombudsman Sebut Disparitas Harga Minyak Goreng Mencapai Rp 9.000 per Kilogram
Berdasarkan keterangan dari para distributor tersebut, kata Yanto, alasan melakukan praktik tying karena banyaknya barang yang tidak dipesan. Pasalnya dalam beberapa waktu terakhir hanya minyak goreng saja yang dibeli.
"Ya selama ini para pedagang ini belinya hanya minyak goreng kan gitu. Jadi barang yang lain tidak dipesan itu alasannya (melakukan praktik tying). Digabungkan dengan macam-macam barang yang mereka punya, ya yang laku dan tidak. Tapikan tidak boleh cuma dia selama ini yang dikejar masyarakat kan minyak gorengnya. Itu kemudian akalnya pedaganglah tapi sudah kita panggil," ungkapnya.
Dalam kesempatan kali ini, Yanto turut mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Sebab disinyalir kelangkaan minyak goreng yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir akibat dari kurang bijaknya masyarakat dalam berbelanja.
Berita Terkait
-
Ombudsman Sebut Disparitas Harga Minyak Goreng Mencapai Rp 9.000 per Kilogram
-
Ibu-ibu di Bontang Boyong Keluarga Ikuti Vaksinasi, Demi Bingkisan Minyak Goreng dan Sarung Gratis
-
Stok Minyak Goreng di Tangerang Banyak Tapi Sulit Ditemukan di Pasar, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Kemendag Terjunkan Tim Pantau Stok Hingga Harga Minyak Goreng
-
Parini Kaget Tiba-Tiba Didatangi Jokowi di Pasar Sentul, Langsung Mengeluh Minyak Goreng Langka
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku