SuaraJogja.id - Ucapan minta maaf disampaikan Doni Salmanan terhadap publik atas kasus dugaan penipuan yang ia lakukan. Sosok yang namanya dilekatkan dengan istilah "crazy rich" asal Bandung itu juga berharap supaya diberi keringanan hukuman.
Hal itu diungkapkan Doni Salmanan setelah polisi menggelar jumpa pers atas kasusnya tersebut. Sontak, video pernyataan Doni pun viral setelah diunggah ke media sosial pada Selasa (15/3/2022).
Mengenakan baju tahanan berwarna oranye, Doni Salmanan tampak cukup tenang ketika menyampaikan rasa bersalahnya di hadapan awak media.
“Hari ini saya ingin meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sudah mengenal dunia treding, baik binorioption, crypto dan sebagainya. Besar harapan saya masyarakat Indonesia bisa memaafkan kesalahan saya,” katanya melalui pengeras suara, dikutip Hops.ID.
Tak hanya itu, Doni juga berharap, hukuman yang menjeratnya bisa diringankan.
“Kemudian saya juga mohon doanya dari masyarakat Indonesia agar sanksi terhadap saya bisa diringankan,” tuturnya.
Selanjutnya, ia juga mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati agar tidak terjebak dalam treding-treding ilegal.
TONTON VIDEONYA DI SINI.
“Untuk masyarakat Indonesia berhati-hati agar tidak terjebak sama treding-treding yang ilegal,” pungkasnya.
Baca Juga: 32 Afiliator Binary Option Disebut Bakal Dipanggil Polisi, Ada Nama Aktor!
Alih-alih mendapat simpati, video penyesalan Doni justru banjir cibiran dari warganet. Banyak yang mempersoalkan gayanya, yang memasukan tangan kiri di saku celana dan dianggap masih sombong.
“Asik dapat kakap nih,” tulis seorang netizen.
“Gayanya msh gokil min,” ujar yang lain.
“Tanganya msuk ke saku donk, sombongnya msih ada,” timpal warganet lainnya.
“Gestur tubuh masih sombong yaa,” ucap seorang warganet.
Sebagaimana diketahui, PPATK telah membekukan rekening saldo Doni Salmanan yang nilainya sebesar Rp532 miliar.
Tag
Berita Terkait
-
32 Afiliator Binary Option Disebut Bakal Dipanggil Polisi, Ada Nama Aktor!
-
Indra Kenz dan Doni Salmanan Jadi Tersangka, YouTuber Ini Bongkar 34 Nama Diduga Jadi Affiliator Binary Option
-
Sikap Doni Salmanan Saat Meminta Maaf Jadi Sorotan Publik, Dianggap Angkuh dan Tak Tulus: Kok Tangannya Begitu
-
Ini 8 Inisial Figur Publik yang Bakal Diperiksa Polisi Terkait Kasus Doni Salmanan
-
Polisi Ungkap Pekerjaan Doni Salmanan di KTP: Buruh Harian Lepas
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
Terkini
-
Pakar UGM Sentil Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jangan Cuma Retorika, Rakyat Butuh Aksi Nyata
-
Tak Hanya Jualan Candi dan Keraton untuk Dongkrak Pariwisata, Jogja Bidik Javanese Wellness Tourism
-
Perkuat Kemitraan Global, BRI Hubungkan Investor dengan Potensi Indonesia
-
Pasca-Aksi Panas di DPRD DIY, Polisi Pastikan Tak Ada Pendemo yang Dibawa ke Kantor Polisi
-
Demo di DPRD DIY Berakhir Ricuh, Mahasiswa yang Diamankan Diantar Pulang Polisi Dini Hari