SuaraJogja.id - Sebuah ranjau aktif peninggalan perang menewaskan empat anak di provinsi selatan Kandahar, Afghanistan, menurut Kementerian Dalam Negeri pada Sabtu.
Insiden itu terjadi di distrik Shah Wali Kot ketika sebuah ranjau yang tidak meledak (ERW) tiba-tiba meledak selagi anak-anak sedang bermain di desa terpencil, kata kementerian lewat pernyataan.
Istilah ERW merujuk pada senjata yang tidak meledak (UXO) dan bangkai senjata yang tak meledak (AXO) oleh pejabat Afghanistan.
Ranjau darat, ranjau antipersonel dan bangkai ERW dari sisa perang menewaskan atau melukai sekitar 120 orang setiap bulan di Afghanistan, menurut sumber resmi.
Pada Jumat dua warga sipil tewas dan tiga lainnya terluka ketika sebuah ERW meledak di provinsi Paktia timur.
Berita Terkait
-
Miris, Tetangga Memelihara Banyak Kucing yang Buang Air Besar Sembarangan, Pemotor Ini Curhat Sering Kena 'Ranjau Darat'
-
Pengungsi Irak: Jalan Pulang Bertabur Ranjau ISIS
-
Viral Aksi Sukarela Seorang Driver Ojol Bersihkan Jalanan dari Ranjau Paku, Warganet: Salut Ane Bang
-
Awal Tahun Ringkus Tiga Pejabat Daerah, KPK: Kami Tebar Ranjau Bukan Cuma 10, Tapi Ratusan
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun
-
BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun