"Kendaraan (truk) bisa naik lagi, kemarin kan susah naik karena jalan juga becek dan sampah juga menutup jalan," terang dia.
TPS tempatnya bekerja menampung lebih kurang 20 ton sampah selama tiga hari ditutup. Beruntung karena lokasinya luas, sampah tidak sampai menutup jalan warga.
"Beberapa petugas yang mengangkut dengan gerobak bisa membuang di sini. Tapi yang kita angkut ke Piyungan yang sampah 3 hari kemarin dulu," katanya.
Sementara warga Tahunan, Kemantren Umbulharjo, Surtijah mengaku harus ada solusi yang tepat dari pemerintah terkait persoalan sampah ini. Pihaknya berharap bank sampah ini dijalankan di setiap wilayah untuk mengurangi produksi sampah yang ada di Kota Jogja.
Baca Juga: 5 Cara Sederhana Mengelola Sampah, Salah Satunya Pilah Sampah Organik dan Anorganik
"Kebetulan saya kader dan ketua PKK, solusi memang harus segera ditemukan terkait sampah-sampah ini. Namun sebagai warga, minimal kita bisa memilah-milah sampah mana yang bisa di daur ulang dan dibuang. Maka kehadiran bank sampah ini harus didorong terus. Sehingga masyarakat tidak langsung membuang sampah, tapi dapat memanfaatkan sebagiannya dari pengelolaan bank sampah," kata Surtijah ditemui di TPS sekitar Stadion Mandala Krida.
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan