Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Rabu, 23 Maret 2022 | 18:27 WIB
Parade konversi sepeda motor BBM ke listrik dalam rangakaian acara G20, di Hotel Royal Ambarrukmo, Rabu (23/3/2022). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan dapat mengonversi 120 juta motor dengan bahan bakar fosil yang ada di Indonesia menjadi motor listrik. Selain bertujuan untuk mengurangi emisi, konsumsi BBM pun dapat ditekan. 

Menteri ESDM Arifin Tasrif menuturkan konversi 120 juta motor listrik itu diproyeksikan bisa selesai pada 10 tahun mendatang. Jika hal itu berhasil dilakukan penghematan BBM dapat mencapai jutaan liter.

"Jadi kalau kita itu ada hampir 120 juta motor di Indonesia. Kalau 120 juta ini menggunakan konsumsi BBM 2 liter per hari, kalau dalam 10 tahun kita bisa ganti semua kendaraan berbahan bakar BBM ini ke listrik dia akan menghemat 240 juta liter BBM per hari," kata Arifin seusai Parade Konversi Sepeda Motor BBM ke Listrik dalam rangakaian acara G20, di Hotel Sheraton Mustika, Rabu (23/3/2022).

Disampaikan Arifin, tidak hanya akan berpengaruh kepada pengurangan emisi dan pemakaian BBM saja. Konversi motor BBM ke listrik juga memangkas biaya untuk bahan bakar motor itu sendiri.

Baca Juga: Kurangi Emisi di Indonesia, Kementerian ESDM Dorong Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik

"Kemudian 2 liter (BBM) itu akan meninggalkan cost (biaya) Rp24 ribu tapi kalau menggunakan listrik dia menggunakan seperempatnya saja. Jadi yang keluar Rp6 ribu," ungkapnya.

Belum lagi, kata Arifin, bukan hanya masyarakat yang telah mengonversi motor listrik saja yang mendapatkan berbagai keuntungan itu. Melainkan dari sisi pemerintah sendiri juga turut menghemat BBM yang selama ini digunakan.

"Jadi dari pemilik motor lama ini akan penghematan banyak dan dari segi pemerintah akan ada penghematan 240 juta liter per hari itu hampir sama dengan 1,5 juta barrel per hari ekuivalen gitu ya. Jadi banyak devisa yang bisa dihemat," terangnya.

Arifin menyatakan saat ini percepatan program konversi motor listrik tersebut akan terus didorong. Dibarengi juga dengan penumbuhkembangan berbagai industri pendukung lainnya.

"Program ini (konversi ke motor listrik) akan terus kita dorong dan tentu saja harus menumbuhkembangkan industri-industri pendukungnya. Ada industri baterai, komponen transmisi dan lain sebagainya yang semoga semuanya ini bisa diproduksi di Indonesia. Sehingga lapangan pekerjaan industri kita akan terus tumbuh," pungkasnya.

Baca Juga: Sesuaikan Harga Minyak Internasional, Menteri ESDM Sebut Belum Akan Naikkan Harga Pertamax

Sebelumnya, PT PLN (Persero) mendukung program konversi 1.000 unit motor bahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik yang dicanangkan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Program ini merupakan bagian dari transisi energi bersih, mengurangi impor dan subsidi BBM serta menghemat devisa negara.

Load More