SuaraJogja.id - Beberapa waktu lalu pentolan Dewa 19 Ahmad Dhani mengumumkan akan menuntut TV swasta atau EO yang membawakan lagu karya ciptanya tanpa izin tertulis. Kabar itupun mendapat tanggapan dari Heru Shaggydog.
Diketahui belum lama ini Ahmad Dhani mengumumkan telah keluar dari lembaga kolektif yang selama ini menaunginya. Bersamaan dengan itu hak royalti semua karya lagu ciptaannya kini dipegangnya sendiri.
Isu transparansi pembayaran royalti jadi salah satu alasan Ahmad Dhani keluar dari lembaga kolektif tempatnya bernaung.
"Sebenarnya saya dikirim duit tiap 3 bulan sekali itu cukup besar. Tapi kan saya nggak tahu ini duit dari mana saja. Sudah gitu, nggak bisa ditanyain juga," kata suami Mulan Jameela seperti dikutip dari Suara.com.
Lebih jauh, Ahmad Dhani juga menegaskan akan menindak tegas para pelanggar hak cipta karya lagunya.
"Kalau nanti ada TV swasta atau EO yang membawakan karya saya tanpa izin tertulis saya, saya akan tuntut. Mereka harus datang ke saya dulu untuk meminta izin," tambahnya.
Kabar soal tindakan tegas Ahmad Dhani yang bakal menindak tegas pelanggar hak cipta karyanya itu mendapat atensi publik secara luas, termasuk dari salah satu musisi legend Jogja, Shaggydog.
Lewat kicauannya di Twitter, vokalis Shaggydog Heru mendukung sikap tegas Ahmad Dhani.
Ia menyebut bahwa karya cipta itu harus dilindungi dan ada hak yang harus dibayar apabila disebarluaskan.
Baca Juga: Sepi Job karena Pandemi, Personel Shaggydog Banting Stir Jadi Tukang Kayu
"Baca komen2 di akun gosip, ngomenin musisi yang menyatakan bahwa barang siapa yang bawain lagu2nya di sebuah event, EO harus izin dan bayar...yang 'dasar komersil'lah tidak berterima kasih lah, dll, Lha memang harus bayar, namanya perfoming rights," tulisnya, Kamis (31/3/2022).
Lebih lanjut ia mencontohkan bagaimana situasi di Amerika terkait penghargaan terhadap royalti tersebut.
"Pengalaman main di US sebelum manggung pihak EO ngecek setlist. Aku tanya kenapa, ternyata untuk memastikan lagu-lagu yang kami bawakan adalah benar ciptaan kami sendiri. kalo bawain lagu orang, mereka (EO) harus bayar royalti ke pencipta lagu tersebut," terangnya.
Kicauan Heru Shaggydog tersebut pun mendapat beragam tanggapan netizen.
"Bener banget ini. Dlm konteks negara +62, ini adl perintah UU yg diturunkan dlm peraturan menteri. Yg bahkan byk musisi dan pelaku industri kurang paham. Tp penyebab mslh ini juga kompleks. Ada trust issue jg antara musisi, pelaku industri hiburan dgn badan pemungut royalti. asar legalitas soal pemungutan royalti sudah ada dan jelas. Semuanya demi melindugi hak2 para komposer, musisi dan pihak terkait. Tapi teknis pelaksanaannya msh sering kacau. Perjalanan msh panjang utk sampai seperti di level negara2 yg maju peradaban industri musiknya.," cuit hot*****
"Tugas berat untuk sosialisi masalah performing rights ini di Indonesia," kata hr*****
Berita Terkait
-
Musik Kini jadi Hobi, Ahmad Dhani Tidak Peduli Single Baru Dewa 19 Tak Laku
-
Gandeng Ello untuk Dewa 19, Ahmad Dhani Merasa seperti Menemukan Janda Muda
-
Sudah Ikuti Aturan, Ahmad Dhani Heran Konser Dewa 19 Masih Saja Dilarang
-
Ahmad Dhani Ogah Wariskan Karier Musik ke Anak-anaknya, Tuai Pujian: Orang Tua Hebat!
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
7 Fakta Tiang PJU Ambruk di Jembatan Kabanaran, Baru Tiga Bulan Diresmikan
-
Polsek Gamping Bongkar Praktik Produksi Bubuk Petasan, 5 Kg Bahan Siap Edar Disita
-
Penampakan Toilet SMP Negeri 1 Jetis Usai Revitalisasi, dari Rusak Menjadi Layak
-
Mimpi Ekspor IKM Jogja Terhambat Konflik Global: Antara Harapan dan Gigit Jari
-
Nekat Terjang Jalur Jip saat Sepi, Mobil Pajero Terjebak Lumpur Kali Kuning di Lereng Merapi